Serpihan puisi perempuan
Sebait malam pada rembulan
Desah suaramu
Dekat dekamanmu
Hujan memang selalu menyudutkan aku dalam ruangan.
Kulihat alirannya jualah yang melunturkan pandangan kaca jendela kamar.
di musim penghujan ini,
tak ada lagi yang bisa dicerna
sebab mimpiku dan mimpimu
telah membeku jadi butiran salju
meski padang lapang dan langit tinggi
Di hari yang cerah ini ku termenung di bawah pohon yang rindang nan sejuk termenung ku di kala hari yang ku jalani saat ini sangat kelam dan hitam
kelu jiwa ini adalah gelap
Kan kubawa kau melebarkan sayap sudut terdalam ..
Jika kau adalah terang
Maka sibak sluruh gelap in,i
agar gelap merah yang hitam
Kemarin kita berkenalan entah apa maksud tuhan, hingga kita dipertemukan dalam keadaan seperti saat itu, tak tau apa yang terjadi, aku hanya bisa berkata "senang berkenalan denganmu" kita sudah sedeka
Komentar Terbaru