Atas nama anakku
Susu kaleng ini adalah emas
Susah payah ku rampas
Diteriaki maling
Diteriaki anjing
Atas nama istriku
Uangmu adalah uangku
Meskipun belum tentu begitu
Ah masa bodoh
Saat ini terpaksa seperti itu
Yang penting istriku tidak menggerutu
Atas nama diriku
Keadilan layaknya ukuran baju
Dirubah menurut ukuran tubuh
Tergantung pemesan
Dan harga senilai pesanan
Atas nama bangsaku
Bangsaku kerajaanku
Sampai saat ku bertahta
Golongankulah putera mahkotaku
Atas nama Tuhanku
Tak ada tempat untuk Tuhanmu
Atau rumah-rumahnya
Kecuali dalam kobaran api
Atas nama cintaku
Cinta jajaan birahi untuk nafsu dari nafsi
Bertukar kasih sayang hanyalah modus prostitusi
Dimanapun atau kapanpun
Kekasihku tak ubahnya pelacurku
Atas nama apa
Atas nama siapa
Sama saja
Bersembunyi di balik nama
Alasan demi pembenaran dari kesalahan
Apa pernah aku bertanya
Apakah nama yang aku atas namakan
Mengizinkan nama-ku berlindung dibalik namanya?
Komentar
Saya suka puisi ini Mas
Saya suka puisi ini Mas Sige,, lugas dan tajam,, saya suka puisi tentang kritik sosial yang lugas,, merinding saya baca bait ini
Atas nama Tuhanku
Tak ada tempat untuk Tuhanmu
Atau rumah-rumahnya
Kecuali dalam kobaran api
terima kasih
bait yg itu saya bikin dengan hati yang waswas..
semoga Tuhan memaafkan saya.. heuheu
alhamdulillah ya klo suka.. :D
terima kasih udah smpet baca..
"Bersembunyi di balik
"Bersembunyi di balik nama
Alasan demi pembenaran dari kesalahan"
hal yang sedang berlangsung di negeri kita ini.sampai kapan para mulia terus bersembunyi.sedangkan kegelisahan anak negeri terus menjadi.hm.....lelah.
tak ada kemuliaan di persembunyian
para mulia bersembeunyi
padahal tak ada kemuliaan di persembunyian
terima kasih mbak reni sudah sempat membaca puisi saya
salam hangat :)
Bersembunyi dibalik nama
Aku suka aku suka ... kritik yang mengena dihati, semoga para pemimpin berdasi sesekali diberikan kesempatan untuk membacanya ..
Sukses akang guzman
Tulis komentar baru