Skip to Content

Kebiasaan Dan Arah Hidup

Foto Muhammad Hikmal

Kebiasaan dan Arah Hidup

Oleh:Muhammad Hikmal


       Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan sering dianggap sebagai sesuatu yang sederhana dan otomatis, sehingga banyak orang tidak menyadari betapa besar pengaruhnya terhadap kualitas hidup. Buku *Is It Bad or Good Habits* karya Sabrina Ara mengangkat topik ini dengan cara yang ringan namun bermakna. Buku tersebut mengajak pembaca melihat lebih dalam bagaimana tindakan kecil yang dilakukan berulang kali dapat membentuk karakter, produktivitas, dan bahkan arah hidup seseorang. Di tengah rutinitas mahasiswa dan masyarakat modern yang serba cepat, pembahasan mengenai kebiasaan menjadi relevan untuk membantu kita menata hidup agar lebih terarah. Mengapa kebiasaan begitu menentukan, dan bagaimana kebiasaan baik dapat membawa perubahan positif? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mendorong saya menulis opini ini sebagai refleksi atas isi buku yang saya baca.

Kekuatan Kebiasaan Kecil

       Buku ini menekankan bahwa kebiasaan tidak selalu berawal dari sesuatu yang besar. Justru, kebiasaan kecil sering kali menjadi fondasi dari perubahan besar. Misalnya, membiasakan diri merapikan tempat tidur setiap pagi tampak sederhana, tetapi kebiasaan itu dapat menciptakan rasa disiplin dan tanggung jawab yang terbawa sepanjang hari. Sabrina Ara mengingatkan bahwa tindakan kecil yang dilakukan berulang dapat memperbaiki cara berpikir, pola hidup, dan cara kita menilai diri sendiri. Dalam pengalaman saya, kebiasaan seperti mencatat agenda harian atau menyelesaikan tugas sedikit demi sedikit ternyata sangat berpengaruh pada manajemen waktu dan produktivitas.

       Selain itu, buku ini menunjukkan bahwa kebiasaan kecil dapat menjadi titik awal untuk membangun pola hidup yang lebih sehat dan positif. Seseorang yang memulai dari hal sederhana, seperti mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, akan merasakan peningkatan kualitas istirahat. Dari situ, ia dapat menambah kebiasaan lain seperti bangun lebih awal, olahraga ringan, atau sarapan teratur. Pola ini menunjukkan bahwa kebiasaan baik tidak berdiri sendiri, tetapi saling mendukung untuk membentuk kehidupan yang lebih teratur. Pesan yang disampaikan penulis sangat jelas: perubahan besar tidak perlu dimulai dengan langkah besar; mulailah dari yang sederhana, tetapi lakukan dengan konsisten.

Dampak Kebiasaan Baik

       Buku ini juga membahas bagaimana kebiasaan memengaruhi cara seseorang memandang dirinya dan lingkungannya. Kebiasaan baik dapat meningkatkan rasa percaya diri karena seseorang merasa mampu melakukan sesuatu secara konsisten. Misalnya, ketika seseorang terbiasa membaca lima belas menit setiap hari, lama-kelamaan ia merasa lebih terinformasi dan percaya diri dalam berdiskusi. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan bukan hanya urusan perilaku, tetapi juga membentuk pola pikir.

       Sebaliknya, kebiasaan buruk juga terbentuk dari tindakan kecil yang diulang. Menunda pekerjaan, misalnya, bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi merupakan hasil dari kebiasaan kecil yang dibiarkan terjadi berulang. Buku ini mengingatkan bahwa untuk keluar dari kebiasaan buruk, seseorang harus menyadari pola perilakunya dan mulai menggantinya dengan langkah kecil yang lebih positif. Penekanan pada kesadaran diri inilah yang menurut saya menjadi salah satu kekuatan buku ini.

       Selain itu, kebiasaan baik dapat membentuk karakter yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Misalnya, Mahasiswa yang terbiasa menetapkan prioritas akan lebih mudah mengatur waktu antara kuliah, organisasi, dan kehidupan pribadi. Kebiasaan tersebut mencerminkan sikap dewasa dalam menghadapi tuntutan hidup. Melalui contoh-contoh sederhana, buku ini menegaskan bahwa karakter bukan dibentuk oleh satu keputusan besar, tetapi oleh kebiasaan yang diulang setiap hari.

Membangun Kebiasaan Baru

       Meski demikian, membangun kebiasaan baru tentu tidak mudah. Buku ini mengakui bahwa perubahan membutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen. Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena berharap perubahan cepat tanpa proses. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi, terutama ketika seseorang mulai merasa bosan atau tidak melihat hasil yang cepat. Namun buku ini mengajak pembaca memahami bahwa setiap langkah kecil tetap berarti, dan kemajuan kecil tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali. Menurut saya, bagian ini penting karena memberikan harapan bahwa siapa pun bisa berubah asal mau memulai

       Setelah membaca buku *Is It Bad or Good Habits*, saya semakin yakin bahwa kebiasaan memang merupakan fondasi dari kehidupan yang tertata. Buku ini berhasil menyampaikan pesan bahwa perubahan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar, tetapi dengan langkah kecil yang dilakukan konsisten. Melalui pembahasan yang ringan namun mengena, pembaca diajak memahami bahwa kebiasaan baik dapat membentuk pola pikir yang lebih positif dan menciptakan kehidupan yang lebih produktif. Pada akhirnya, saya berpendapat bahwa buku ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menata hidupnya menjadi lebih baik melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

 

Muhammad Hikmal

Mahasiswa Manajemen, Universitas Muhammadiyah Malang

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler