Skip to Content

BUCIN LEBAY

Foto sholikul hadi

 

Sejak ditinggal oleh Linda, aku jadi rajin masak, terutama masak untuk suamiku. Masakan yang dia suka yang Linda sering buat, aku pelajari dan praktikkan semua. Aku rajin buka Utube untuk nyontek dan lalu berimprovisasi sendiri
Hari ini rasanya lega bisa bikin Fish Schnitzel dengan saus tartar dan kentang goreng a la Jerman yang dia suka. Senang sekali bila dia makan banyak dan bilang enak. Ada semacam desakan untuk membuktikan bahwa aku juga bisa masak untuk dia dan bukan hanya Linda.
Lagi pula, sebelum ada Linda sebenarnya aku suka masak juga. Keratuanku di dapur telah kuserahkan kepada orang lain selama 12 tahun dan aku rapopo. Senang malah. Tetapi sekarang, aku rajin masak dengan motif berbeda. Ingin menunjukkan aku pun bisa!
Apa-apaan sih. Nenek-nenek pun masih butuh pembuktian? Entahlah. Selama ini suamiku cuek dan tidak ada keluhan. Tetapi kadang kurasa dia mengira aku ini tipe nyonya-nyonya besar yang cuma bisa memerintah tanpa bisa melakukan perintah itu.
Keliru itu. Aku butuh asisten tetapi aku bisa melakukannya semua sendiri bila terdesak. Apapun. Sekarang pun di rumah ada 2 asisten, tetapi mereka cuma kuberi ruang masak di dapur belakang dan hanya memasak untuk makan siang. Dapurku kududuki untukku sendiri dan untukku memasak masakan makan malam kesukaan suamiku.
Lebay? Nggak juga sih. Aku tuh nggak pernah merasa belong to somebody dan tidak merasa punya kewajiban apapun.
Baru sekarang-sekarang saja tergerak hatiku untuk menunjukkan bahwa aku bukan istri sembarangan istri. Lha, sebelumnya? Sembarangan?
Aku terlalu merdeka dan semena-mena. Mentang-mentang bersuamikan orang Barat yang tidak banyak tuntutan. Mau masak, mau nggak, tidak ada yang melarang. Mau di rumah saja, mau nginep di luar, mau jalan seharian ya, suka-sukaku saja.
Mungkin aku lagi insaf. Kalau bukan suamiku yang kusenangkan dan kuladeni kebutuhannya, siapam? Masa ... suami orang! Kan?
Tapi aku tidak bucin. Aku melakukannya dengan suka rela dan tulus ikhlas. Di situ mungkin bedanya. Seperti kutipan netizen satu ini. Bucin itu tidak ikhlas. Tetapi berbasis rasa takut. Takut kehilangan, takut tidak disayang, dan takut dibanding-bandingkan.
Sedangkan aku, ... aku melakukannya karena ingin bikin suamiku senang saja.

 

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler