Jeda di Kaki Langit
Oleh S. Amin Manji
Matahari pudar di kaki langit,
bara merah perlahan tenggelam
ke dasar Selat Makassar.
Aku bagai ombak yang lupa cara bergolak,
terdiam di tepi pantai
menyimpan gelombang sendiri.
Angin barat datang berulang-ulang,
membujukku bangkit,
menjemput malam yang sedang menunggu.
Namun aku diam,
menatap hari luruh
tanpa suara.
Di kepalaku, tungku bara tak pernah padam;
dalam senyap aku mengembara jauh,
bagai perahu tua dengan layar lusuh
terombang-ambing tanpa dermaga.
Dalam diamku
Tetap saja hidup mengalir pelan di nadiku,
seperti cairan infus—
menjaga aku tetap bernapas,
namun menahan laju darah.
Parepare,230126
Jeda di Kaki Langit
Oleh S. Amin Manji
Matahari pudar di kaki langit,
bara merah perlahan tenggelam
ke dasar Selat Makassar.
Aku bagai ombak yang lupa cara bergolak,
terdiam di tepi pantai
menyimpan gelombang sendiri.
Angin barat datang berulang-ulang,
membujukku bangkit,
menjemput malam yang sedang menunggu.
Namun aku diam,
menatap hari luruh
tanpa suara.
Di kepalaku, tungku bara tak pernah padam;
dalam senyap aku mengembara jauh,
bagai perahu tua dengan layar lusuh
terombang-ambing tanpa dermaga.
Dalam diamku
Tetap saja hidup mengalir pelan di nadiku,
seperti cairan infus—
menjaga aku tetap bernapas,
namun menahan laju darah.
Parepare,230126
Tulis komentar baru