Skip to Content

INTERMEZO PENANTIAN MEGA

Foto Agung Gema Nugraha

INTERMEZO PENANTIAN MEGA

 

Neng sebenarnya aku canggung

saat bertemu hatimu yang murung

Meski kamu coba poles dengan senyuman

Masalahnya adalah kita tak bisa adil

dan fleksibel saat tiba suatu persoalan

 

Kita belum sanggup tenggelam

secara makna kontekstual pemikiran

untuk mencari jalan keluar

Sehingga terjebak lantunan irama

amarah dan dendam

Kita tidak bijaksana memahami diri

menjadikan penyakit dengki

Tidak sembuh malah-malah

sakit batin melahirkan penyakit lahir

Yang tak nampak berdampak

pada yang nampak

 

Begitulah neng 

Aku selalu tenggelam 

mengejar simbol-simbol

arti kelam di balik terang

Dan sebaliknya

 

Sehingga agak buram puisiku

begitu kusuguhkan padamu

Tapi puisi itu bisa didapat takwilnya

bila kita melepas arti tekstualnya

literlik dari bahasa kamu lirik

Rapikan satu persatu 

Sehingga kamu buntu 

Maka di situlah sinar intuitif

akan berkedip

di dalam dada

Mengalir

Mencarilah kata-kata

kenikmatan dan keindahannya

 

Tuntutan sastrawan itu 

berupa perasaan, moral dan etika

Berbeda dengan kaum filsuf

Juga tabib, atau tukang obat,

penulis biasa 

yang mengandalkan pena

dan pembicaraan

 

Sastrawan memang tidak setangguh sufi

Tapi ia berada dalam levelnya sendiri

Dunia yang mesti ia hadapi

Bukan juga sastrawan itu dukun

tukang tenung atau peramal

Meski adakala ucapannya selaras

dengan suatu zaman

 

Dan tidak juga seorang ahli jiwa

Walaupun terkadang mengena

mampu menggugah kebangkitan 

semangat hal motivasi atau antisipasi

 

Saya kira begitu

Sastrawan memiliki jalurnya sendiri

Sejak saat ia pertama berdiri

 

Maaf jika saya panjang bercerita

Sambil menanti mega

Tidak salah berbagi cinta

pendapat, agar lebih erat bersahabat

 

 

 

Agung Gema N

9 Feb 2026

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler