AKU MESTI TEGAR
Neng kita bertemu lagi
Apakah ini mimpi?
Di cuaca malam sembelit
saat bunga cangkok wijaya kusuma
berkembang di halaman rumahmu
Aku melihatmu seperti purnama
Pupilmu besar sinar matamu telaga
Aku sungguh terkesima
Umpama kurcaci dihadapan raksasa
Padahal kamu bukan satu mata
Aku merasa kecil dan minder
Sedikit keder
Apa yang mesti aku besarkan?
Aku tunduk, berpikir sambil merasa
Tanganku ke saku bajuku
Aku beku neng
Aku ragu
Tak ada seperak pun menyangkut
Cuma ada terdengar kentut
Mungkinkah kentut kubesarkan
agar tidak ada perang dunia ketiga?
Badanku lemes
Perutku mules
Kentut berbunyi lagi
Tak kusangka bagai bom atom
Kami terkaget-kaget
Aku tahu. Mukamu merah jambu
Tapi aku bertahan sambil gemeteran
Berlari aku rindu bertahan aku malu
Sebuah nasib memang sukar diduga
Aku sadar hal itu membuatmu
hilang konsentrasi membuat puisi
Aku mesti tegar.
Kata orang kentut itu sehat
Kuatnya kentut membuktikan kegagahan
Masalahnya :
Aku tak ingin membesarkan kentut.
Besar kentut besar omong
Mitosnya bisa membawa daya tarik
Bukan begitu,,, kalau menyatu bau
Bukankah malah membuatmu lari neng
Aku bingung
Aku linglung neng
Aku harus bagaimana
Besar kepalsuan bukan watakku
Aku ingin biasa saja
Penuh rahasia yang membawa berkat
Biar tak bisa mendapatkanmu
Aku tidak menyesal
karena jauh dari menyakitimu
Satu hal permintaan maafku
Kentutku tadi membuat arwah terganggu
Dan mungkin dirimu neng
Permintaan maafku untuk semuanya
(Dupa melati dibakar, mantra dibacakan
Angin segar datang ruh gentayangan kenyang)
Komentar
Tulis komentar baru