Skip to Content

AKU MESTI TEGAR

Foto Agung Gema Nugraha


AKU MESTI TEGAR

 

Neng kita bertemu lagi

Apakah ini mimpi?

Di cuaca malam sembelit

saat bunga cangkok wijaya kusuma

berkembang di halaman rumahmu

Aku melihatmu seperti purnama

Pupilmu besar sinar matamu telaga

Aku sungguh terkesima

Umpama kurcaci dihadapan raksasa

Padahal kamu bukan satu mata

Aku merasa kecil dan minder

Sedikit keder

Apa yang mesti aku besarkan?

Aku tunduk, berpikir sambil merasa

Tanganku ke saku bajuku

Aku beku neng

Aku ragu

Tak ada seperak pun menyangkut

Cuma ada terdengar kentut

Mungkinkah kentut kubesarkan

agar tidak ada perang dunia ketiga?

Badanku lemes

Perutku mules

Kentut berbunyi lagi

Tak kusangka bagai bom atom

Kami terkaget-kaget

Aku tahu. Mukamu merah jambu

Tapi aku bertahan sambil gemeteran

Berlari aku rindu bertahan aku malu

Sebuah nasib memang sukar diduga

Aku sadar hal itu membuatmu 

hilang konsentrasi membuat puisi

 

Aku mesti tegar. 

Kata orang kentut itu sehat 

Kuatnya kentut membuktikan kegagahan

Masalahnya : 

Aku tak ingin membesarkan kentut.

Besar kentut besar omong

Mitosnya bisa membawa daya tarik

Bukan begitu,,, kalau menyatu bau

Bukankah malah membuatmu lari neng

Aku bingung

Aku linglung neng

Aku harus bagaimana

Besar kepalsuan bukan watakku

Aku ingin biasa saja

Penuh rahasia yang membawa berkat

Biar tak bisa mendapatkanmu

Aku tidak menyesal 

karena jauh dari menyakitimu

Satu hal permintaan maafku

Kentutku tadi membuat arwah terganggu

Dan mungkin dirimu neng

Permintaan maafku untuk semuanya

 

(Dupa melati dibakar, mantra dibacakan

Angin segar datang ruh gentayangan kenyang)

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler