jika engkau telah mampu jujur seperti nuranimu sendiri
engkau akan malu berfatwa apa yang tak engkau lalukan
engkau akan malu mengajarkan kebersihan
kita benar-benar tidak tahu
kenapa kita tiba-tiba ada di sini
padahal kita tidak pernah merencanakan
kita hanya terus berjalan
ruang ini diam
buku-buku ini membisu
karya-karyakupun diam membisu
begitupun karya-karya ribuan cendekia
semuanya hanya diam membisu
jika ruang yang kita bangun telah begitu menyesakkan
coba kembali kita tata dengan tatanan baru
siapa tahu apa yang kita anggap menyesakkan itu
hanyalah sebuah kejenuhan
Bilur Meliuk.
Remang hantar malam Iringi liuk asap dupa Bentur bayang batas terus ke atas.
Apa yang melintas benak, Ketika harap terhempas nyata. Siluet diri diujung gelap.
ketika hati telah bertekad berjuang di jalan kebenaran
dan tekad telah diyakinkan dengan kata-kata
tetap ada tantangan untuk menguji kesungguhanmu
ada yang tetap tak bisa diurai dengan kata
sampai batas kata yang bijaksana
ada yang tetap tak bisa diurai dengan kerling mata
sampai batas kerling mata bijaksana
kubuka kembali untaian sunyi
di bawah semilir angin di ujung malam
bersama temaram kerlip ribuan bintang
untaian sunyi
harus kutemukan lagi
baru saja terdengar para menebar janji
berkoar dan menyelinap di sudut-sudut negeri
banyak orang bilang mereka adalah para politisi
karena meraka berdiam di ruang partai
imajinasi
seringkali hadir dan seringkali menghilang
ketika hadir, saat itu pula harus disambut
sebab bila dibiarkan akan segera pamitan
Komentar Terbaru