PERGERAKAN KAUM PEREMPUAN
Di negeri Kelabu pergerakan kaum perempuan lumayan eksis. Ada puluhan organisasi perempuan. Ada organisasi perempuan yang berafiliasi dengan pemerintah atau wadah berkumpul para isteri Pegawai, ada organisasi perempuan dari organisasi keagamaan, ada juga organisasi perempuan bentukan masyarakat lainnya.
Kegiatannya pun berbeda-beda. Ada yang sekedar mengadakan perlombaan kebaya lenggak lengok, ada perlombaan merangkai bunga, ada yang mengadakan pengajian rutin, ada pula yang melakukan kontes ibu cantik, ibu teladan, ada juga yang mengadakan perlombaan siapa ibu paling cepat membuat jepa dan siapa yang memasak paling enak.
Sangat jarang kegiatan ibu-ibu isteri pejabat datang turun kebawah (turba) di kampung-kampung mengajari ibu-ibu nelayan, misalnya agar trampil membuat abon ikan agar pendapatan mereka bertambah dan mereka dapat lebih sejahtera, atau mengajari ibu-ibu di desa terpencil agar bisa baca tulis.
Ada sih sekali-sekali ibu-ibu pejabat di negeri Kelabu datang kepelosok desa, tapi paling konteksnya mendampingi suami, ya kegiatan pengguntingan pita atau peresmian irigasi, persemian balai desa, peresmian jalan. Sekedar datang pamer pakaian mahal, tas harga tiga jutaan, sepatu merek luar negeri kepada rakyat yang terjerat dalam kemiskinan, rata-rata bersandal jepit. Artinya, kurang relevan dalam kontek pencapaian tujuan mencerdaskan bangsa, sebab tanpa ibu-ibu ikut pengguntingan pita pun, jalan atau irigasi tetap sudah selesai dibangun dan sudah dapat difungsikan
Kalau ditanya, mengapa ibu-ibu pejabat tak mau turun ke masyarakat mencerdaskan mereka seperti yang menjadi cita-cita Kartini pejuang perempuan yang sangat diagungkan itu, paling mereka jawab, belum ada pengaturan dari pemerintah, belum ada anggaran, padahal Kartini itu tidak pernah bicara anggaran, tapi dia bekerja, berpikir dan mencintai kaumnya segenap hati.
Yang membuat hati miris, ada yang menjawab pertanyaan diatas seperti ini : Sory jo, bedak harga jutaan, tas buatan luar negeri , sepatu bermerek hanya dipakai maso kaluar kampung, pe rugi dang. So boleh stou. ***
Tulis komentar baru