DALAM DUNIA PUISI
Hari puisiku bukan hari puisimu
Sebagaimana kebahagianmu
tidak menjadi kebahagianku
BUKAN PENGGEMAR BAPAK PUISI
Pertama kali kubaca
Aku diam bertapa
Kedua kali ku berkaca
Masih begitu juga
PUISI PROSA
Puisi prosa
Kemelut tergeletak karena luka
Terlalu menumpuk sampah duka
menjadi kerikil kata-kata bernoda
DALAM PUISI ESAI
Dalam puisi esai
Tak ada pembaharuan
yang nyata
Cuma riak-riak ombak
dibungkus kresek kata-kata
KATA-KATA PUISI ESAI
Ada yang tidak kuterima
Adalah puisi kamu menaruh curiga
Bagai membalik dua mata
Mengikat bibir dan telinga
AIR KERUH
Gedung pencakar langit runtuh
Kamu sedang butuh
Mengeluh
Panjang paruh
Berkicau biar aku luluh
TOREN BESAR
Toren besar makan pagi – soreku
Naik tangga ke langit biru
Aku jatuh perangkap waktu
Menginjak cangkang durian
DELUSI KECOA
Jika kamu bisa mengejarku
kamu mendapatkan kado ulang tahunmu
Hantu mimpi takkan kembali
Segala getaran perasaan
RACUN PERETAK TULANG
Kami menawarkan persaudaraan
Tapi mereka memberi racun
peretak tulang kehidupan
Komentar Terbaru