DESA DAN KEKASIH
Membaca sajakmu
Aku merindukan desaku
Dua ratus kilo dari kotaku
tempatku memeras keringat
memoles badan yang berkarat
Terik matahari bagai algojo
memaksa mencambukku
tanpa memberi jeda dan tempo
untuk sejenak curahkan cintaku
Dalam kegamangan jari-jari masaku
Aku sambat kekasihku
yang masih menunggu di muka pintu
sepuluh tahun lamanya
Agung Gema N
13 Feb 2026
Komentar
Tulis komentar baru