EXISOSI IKAN SAPU-SAPU
Ikan sapu-sapu bukan tikus-tikus rakus
kecoa, bekicot, bakteri atau virus
Ikan sapu-sapu adalah keseimbangan
rindu-rindu yang tergadaikan persaingan
Coba bandingkan, kalian, silahkan!
Lalu apa yang akan kamu lakukan?
Ikan sapu tidak terlahir seperti belatung
yang keluar dari serakan sampah
terkatung-katung, menggantung
di rumah-rumah, gang, jalanan
mereka beruntung selalu untung
Ikan sapu takkan masuk ke telingamu,
hidung, mata, lobang-lobang jiwa
panas amarah duka
Ikan sapu-sapu melaju tidak menipu
Membawa gairah naluri diri
Menjadi simbol rezeki
keuangan yang bergerak perlahan
Berenang menyelam menyisir dalam
karena pasrah pada penciptaannya
sebagai makhluk asing berdaging
Meski agresif tapi tidak naif
berselancar karena nasib
Mereka tertib
di air tawar tegar tahan polusi
Oh Bandaraya sang pemakan alga
Biarkan mereka berpikir berargumen
Masalah invasif itu adalah potensi
seperti kisah perang zaman kerajaan
Atau kekinian dalam perdagangan
dan pekerjaan
Sebuah kompetisi pasti terjadi
begitu juga penulisan puisi
Asal tidak korupsi!
Setiap hewan dan tumbuhan
Kucing liar tak gentar
meski petir menyambar-nyambar
Ikan nila selalu menganga
Bunglon taman berubah warna
Si Setan Merah ganas kekar menyebar
di perairan menjadi predator bringas
Keong mas mimpi buruk bagi petani
di persawahan
Ikan mas memperkeruh suasana
romantika indahnya
pemandangan sungai–danau kehidupan
Siput tenang dan pasti membuat erosi
Begitu juga gajah, kambing, kelinci
domba dan sapi
Alang-alang masih terus bertualang
Kodok Tebu menclok di eceng gondok
Tahi ayam tumbuh di beranda rumahku
menjadi obat dan racun di perutku
Rumput minjangan kumpul-kumpul
di perkebunan lapang mendiskusikan
penguasaan lahan agar tegak rimbunan
seperti hutan
Sembung rambat merapat merambat
memanjat-manjat mekar di pagar-pagar
Ah Putri malu sungguh melukai tubuhku
sampai ke otakku membuatku jelimet
mengenangkanmu
Ya itulah kenyataan
lalu bagaimana ikan sapu-sapu
menurutmu? Dan tujuanmu?
Komentar
Tulis komentar baru