Bunga puisi kutulis dalam semalam
Demi janji kepada kekasih pujaan
Meski tak seindah warna-warni mawar
Kuyakinkan dirimu selalu tetap tegar
(Judul : Bunga Puisi Dalam Semalam,
Agung Gema Nugraha)
JUDUL PUISI
SERUT REMBULAN
WASKITA
BERSELANCAR DI CAKRAWALA
SEBUAH TELAGA
DI BAWAH SINAR SENJA
FANA
CAKAR-CAKAR CINTA
TARING MASA SILAM
PENANTIAN
TERSUDUT
BUNGA PUISI DALAM SEMALAM
WAJAH KEKASIH LAMA
KALUT
ANAK ANGIN
DUA JAM PUISI
1.
SERUT REMBULAN
Serut-serut rembulan lancip mengesankan
bagai sinar matamu saat menatapku
Lembut penuh pesona gemerlapan
Datanglah kepadaku
dengan keabadian cinta kasih
Sungguh aku takkan letih disampingmu
2.
WASKITA
Kamu berpendaran dalam mimpi
Seolah ingin mengungkapkan kerinduan
Yang selama ini terpendam
di bawah jarum jam keseharianmu
Bicaralah ! Aku pasti menghadapmu
Kewajaranku untuk sebuah pengabdian
cinta bahwa aku adalah budakmu
Sinyal urat-urat hatiku belum putus
Menangkap pancaran satelitmu
Lihatlah aku selalu waspada
Khawatir saat kamu mengingatku
Waskita tertutup naluri manusiaku
3.
BERSELANCAR DI CAKRAWALA
Tetaplah bersamaku
berselancar di cakrawala biru
Kita akan mengitari bintang-gemintang
dengan tangan erat tergenggam
Riang penuh senyum tawa kebahagiaan
hingga sampai di galaksi andromeda
Kamu dan aku adalah sepasang komet
Meluncur menghamburkan bunga ajaib
Dua komet satu getaran rasa yang gaib
Dua komet memudarkan duka cita
Memadukan jingga asmara kehidupan
4.
SEBUAH TELAGA
Telaga itu tak bening lagi
ditumbuhi lumut rumputan menghijau
Angin dulu sewaktu kita duduk bersama
Sudah pergi entah ke mana tanpa jejak
Seperti mahligai cinta kita yang terbajak
tiba-tiba remuk hilang terbenam
tersingkirkan kejamnya zaman
Kenyataan sepahit buah mahoni
Kita mesti mengunyahnya
Berharap semua itu menjadi obat
Keramat bagi jiwa yang berkarat
5.
DI BAWAH SINAR SENJA
Bagaimana mungkin aku bisa
melupakanmu sementara
lautan sudah kita warnai dengan janji
Enam belas tahun bersama
Melewati musim semi berbunga
Kolam suka duka kita nikmati
tak ada keluh kesah
Dunia dalam genggaman cinta
Sinaran senja merah pernah basah
oleh air matamu yang tumpah
Tapi itu cuma sekali
Saat kamu kenangkan harapan
yang tak bisa kamu capai
Aku elus kamu kubisikan :
Bahwa esok pagi mentari kembali
6.
FANA
Sudah fana diriku dalam dirimu
Mengingat nama pun kelu
Hancur aku jadi debu
Ditendang angin takkan malu
Lautan derita kurenangi
payah letih tak hirau hati
Karena cintaku murni sejati
Biar mati berulang kali
Aku bahagia menghadap
Yang Maha Suci
7.
CAKAR-CAKAR CINTA
Hingar bingar lubuk sanubari
Mencakar-cakar bayangan tak pasti
Dalam kasih dendam aku bersunyi
Menghindari sinar mentari pagi
Kegelapan melingkupi diri
Duri-duri penyesalan membuat inveksi
Terbakar gelora asmaraku menyala
Cinta sungguh menyakitkan
Membunuh waktu melukai hari
Bertahan penderitaan
Melawan kesia-siaan
Menghindar kepahitan
8.
TARING MASA SILAM
Sebermula kamu melepas kenangan
Adalah mendapatkan kehidupan
Taring-taring masa silam
Mesti ditumpulkan
Dikikir dengan kejam lalu hancurkan
Tak ada minggu
Segala benalu racun bagi perjalanan
Penyakit yang kamu nestapa karenanya
Adalah buah dari jejak tertinggal
9.
PENANTIAN
Penantian ini adakah kunci kebahagiaan nanti? Sepercik danau kehidupan
belum juga menyentuh tenggorokanku
yang haus dengan kasihmu
Penantian beban langit ketujuh
Bumi bertapa hingga berpeluh
Malak Metatron gagah berlabuh
Mengawasi kesetiaan harapan
10.
TERSUDUT
Aku tersudut bunyi nafiri
Dari berbagai penjuru bumi
Bagaimana aku dapat mencarimu
Sedang pasukan gajah menderu
Langkahnya keras bergetar
Terlantar
Sudah tercekal menuju kamu
Satu langkah mati terpanah
Dua langkah terbuang ke kawah
Sembunyi aku di bawah tanah
Tersengal-sengal nafas lelah
Lari aku ke sarang angin
Malah terhempas jauh serupa kapas
11.
BUNGA PUISI DALAM SEMALAM
Bunga puisi kutulis dalam semalam
Demi janji kepada kekasih pujaan
Meski tak seindah warna-warni mawar
Kuyakinkan dirimu selalu tetap tegar
Malam sudah menampar mata
Sayup-sayup angin ngusapi telinga
Tanganku menari-nari terluka
Darah di sukma memerciki kata-kata
Hasrat bagai kemarau
Tapi bayangmu berlian berkilau
Waktu cemberut jam mrengut
Terdengar bunyi cecurut
Selintas tak pulihkan kegilaanku
Karena kamu adalah sesuatu
yang tak bisa kunyanyikan dengan lagu
12.
WAJAH KEKASIH LAMA
Wajahmu menjelma diseduhan kopiku
Itu membuatku terdiam dalam sendu
Sepuluh tahun lalu pergi berlalu
Serentak malam kelabu wujud bertamu
Bimbang goresan lukaku terbuka
Segaris rembulan memancar
Antara sedu-sedan tanya dan getar
Tehenyak jantung ditekan gelombang
13.
KALUT
Secercah sinar kata tak lagi bermakna
Beringsut problema di lubuk dada
Ombak bertumpukan memukul karang
Malam bertautan asap kabut hitam
Dia kalut seremuk batu menjadi debu
Sengkarut jiwa diparut-parut tak tentu
14.
ANAK ANGIN
Dia melangkah bagai madah
Tanpa lelah
Ke barat mencapai keramat
Mega menua
Terbaring sejenak
Untuk kembali berontak
Pada diri yang memendam cita
15.
DUA JAM PUISI
Dua jam melunakan kata
Dalam jiwa bagai besi tembaga
Manusia mesti berkarya
Bukan demi harta
Tapi kehormatan dirinya
Aku berdaya menulis puisi
Menyelami sekitar jiwa
Merenungi sekitar mata
Dua jam selendangnya sempurna
Turun dari surga
Kebahagiaan murninya cita
Agung Gema Nugraha
8 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru