SAJAK PUITANG
Sudah menggunung petir berkilatan
Wajahnya mendung seperti mau hujan
Jalan pikiran digaduhkan kenyataan
Menggoyangkan langkah masa depan
Angin begitu tebal
Menyingkap rambut menjadi sundal
Dia tidak bengal cuma sedikit sial
Terkungkung dalam canggung
Kepongpong tergantung
Susah sendiri mengabdi pada sepi
Tak ada peduli sakit atau mati
Timur, barat, utara, selatan
Nampak jauh dari pandangan
Sungai airnya coklat kental
Batu-batunya besar terlantar
Bagi makhluk bernama sesal
Cocok buat ungkap rasa kesal
Jalanan liar berdebu
Keringat melahirkan berlian
Adakala cuma oli pekat
Disiram mentari kan berkarat
Dia tersandung kasih
Malah membuatnya letih
Semua penyerahannya memportal
Bahkan tinggal capit bersandal
Dia terjebak sayang
Semangat kemanusiaan
Pembelaan ia lakukan
Berbalik kena tipuan
Akar pohon keras tertanam
Batangnya terjuntai
Menukik ke lantai
Daun tua berguguran
Tahun berganti delapan musim
Ia masih juga terbuai janji
Dusta kekasih menyayat hati
Nyanyiannya omon-omon diri
Karang lautan keras dan tajam
Ombak berguling mengusik malam
Mimpi dirampas sang elang
Hilang dibawa kabur ke hutan
Piutang segudang
Niat menolong berakhir ditendang
Ketulusan masuk pintu yang salah
Malah membuat kita lelah
Kini ia mesti kembali
Ke dalam kesadaran murni
Tidak semua kebaikan dipandang benar
Masalahnya bukan kurang keberuntungan
Tapi waktu dan tempat yang tepat
Akan membuatmu terlihat hebat
Agung Gema N
Des, 2025

Komentar
Tulis komentar baru