IKAT KEPALA
Ada banjir di kotaku
Memakan korban memudar harapan
Lumpur mendesak masuk ke pemukiman
Rumah penduduk hancur jadi kepingan
Ikat kepala! Kawan setia
Musim kini tak pasti
Tidak seperti gaji bulanan pegawai negeri
Hujan beberapa hari terakhir tak berhenti
Kita saksikan beberapa bencana di bumi
Apakah karena air? Ataukah takdir?
Ikat kepala! Ikat kepala
Jari tangan siap bekerja
Bukan cuil-cuil menghitung dana
Apalagi mencolek nasi dan lotek
Bertempur! Desamu digempur
Gunung berapi, sesar, gempa bumi
Macan adalah mata-mata
Burung gantil mata-mata
Pasang telinga tajamkan pendengaran
Suara-suara dari kejauhan
Isak tangis di bawah rembulan
Anak lahir kehilangan ibu
Usia tiga tahun tanpa bapa
Dentuman perut orang lapar
Nyanyian pengamen ke tempatmu datang
Derap kaki gelandangan dikedinginan
Teriakan orang gila butuh pertemanan
Ikat kepala! Banyak hal tak terkira
Hutang di mana hutang bayarkan segera
Malaikat bertamu kadang tak tentu
Dan kita pun tak tahu
Ikat kepala! Angin tornado merata
Kepulan debu menyesakkan paru-paru
Virus bermigrasi dari satu negeri
Bakteri liar masuk ke lubang pori
Ikat kepala! Bukan tali pocong
Kamu cengengesan anggap enteng
Padahal batu itu berat
Puisiku sarat
Geopolitik terlalu mengatur nasib
Segala sudah jelas cuma hasrat tak tertib
Ikat kepala! Bersatu merasa
Bukan untuk satu kelompok saja
Kita adalah satu sebagai manusia
Berbagi harta menambah kaya
Kemiskinan adalah jurang neraka
yaitu ketika ruh dirasuki kerakusan
Ikat kepala! Berkali-kali
Aku berseru kepadamu
Aku melagu untukmu
Desember
2025

Komentar
Tulis komentar baru