Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.
Embun menembus jendela kaca mobil pagi ini, saat mataku memandang bentangan perbukitan bukit Barisan, benteng alam yang memisahkan jarak antara kita, awan yang bergerak dibawah perbukitan membawa nuansa mistis akan kata "saudade".
Komentar Terbaru