Seperti biasa,
kunikmati secangkir kopi dingin ini seorang diri,
sambil sesekali mengebaskan kepulan asap rokok.
Setiap sruputan selalu membuatku tersenyum,
mengingat celoteh jenaka kawan sejati di hutan belantara yang kini telah berubah menjadi perkebunan sawit...
Mungkin kini, takan lagi terdengar auman si datuk atau inyiak,
sebutan untuk harimau sumatera,
mungkin kini takkan lagi dapat berceloteh jenaka sambil menyeruput kopi dingin dengan kehangatan api unggun di tengah rimba sumatera....
Masa menyenangkan bersama alam, kini telah sirna,
layaknya impian indah yang telah usai.....
Kopi dingin
- 2510 dibaca
Komentar
Tulis komentar baru