MEI KELABU
Meminum manis hangat beningnya
air matamu saat sangat dahagaku
dalam kesendirian di luasnya padang
malam gersang tanpa bintang
Adalah menyesali diri
karena angin ambisi membawaku pergi
sementara hatimu terkikis menangis
di balik kabut kelam yang sepi
Saat sampai satu windu
bulan Mei kelabu ini
baru kusadari bahwa dirimu
sesungguhnya roh di badanku
Agung Gema Nugraha
2 Mei 2026
Komentar
Tulis komentar baru