PUISI PENITI
Peniti hari
Peniti jantung hati
Lihatlah resletingku dol
Karena korupsi menggila lagi
Peniti emas tak sanggup kubeli
Sandal capitku putus kembali
Peniti bumi
Peniti pemikiran konspirasi
Politik dibangun untuk memperkaya diri
Politik yang mensejahterakan sesama
dibakar dibengkokan dan dimanipulasi
Penitiku menusuk jari
Darah luka dari ketidakadilan
dianggap sebagai pemakluman
yang tidak akan terjangkit infeksi
Suara jeritan kecil dari duka dinilai banci
Oh peniti bunda
Peniti ku gores-gores dikaca
Menjadi pedang api di dalam dada
Agung Gema Nugraha
31 Desember 2025
Komentar
Tulis komentar baru