TENTANG RENATHA
Semua ini tentang dirimu Renatha
Sudah sekian lama kau pergi dari kota ini,
kepergianmu menyisakan luka dalam hati ini dan meninggalkan tanya
Kenapa kau memutuskan pergi di saat aku merasa nyaman bersamamu
dan aku telah mencintaimu seutuhnya.
Renatha, aku merasa lucu dengan alasan kepergianmu
Katamu, kau ingin menepi dari hingar-bingar kota ini
pergi tuk menikmati kopi hangat di ujung senja berkabut.
Lagi katamu, kopi di kota ini berbeda dengan kopi di tempatmu.
Entahlah Renatha aku bukanlah seorang pecinta kopi seperti dirimu.
Sampai saat ini aku masih bingung dengan alasan kepergianmu.
Renatha, sejak kau pergi dari kehidupanku
Aku merasakan ada sesuatu yang kurang dalam hidupku.
Jiwaku, ya separuh jiwaku hilang entah kemana,
mungkin pergi bersama dirimu menuju kota kecil berkabut
tuk menikmati kopi hangat buatanmu.
Renatha, jujur saat ini aku sangat merindukanmu
Merindukan senyum, canda dan tawamu.
Rindu akan dirimu membuat aku tidak konsentrasi menjalani hari-hariku.
Dan tentang dirimu adalah hal yang tidak pernah habis tuk kulukiskan.
Renatha, masih ingatkah dirimu tentang kisah kita.
Kisah-kisah yang kita rajut di kota Jogja.
Pasti kamu ingat saat kita bergandengan tangan dengan mesra
menyusuri keramaian Malioboro, jalan terkenal di kota ini.
Renatha, kau dengan manja menyandarkan kepalamu di bahuku,
aku pun dengan mesra membelai rambutmu.
Saat itu kita sangat bahagia,
bak pengantin baru yang tengah berbulan madu.
Renatha, aku selalu berharap untuk hidup bersamamu.
Menghabiskan waktu dan usia hidup ini berdua denganmu.
Menikmati kopi buatanmu seumur hidupku
sambil menyaksikan cucu-cucu kita bermain.
Renatha, aku ingin menemanimu saat rambut hitam dan lurusmu telah memutih,
saat kecantikanmu memudar termakan usia dan
aku ingin menggenggam tanganmu saat kau menutup mata untuk terakhirnya.
Renatha, maafkan aku yang hanya pandai berjanji.
Berjanji tuk ada bersamamu selamanya,
tetapi nyatanya aku tak mampu memenuhi semuanya
sebab dunia dan tujuan hidup kita berbeda.
Renatha biarlah cinta ini menjadi kenangan antara kita.
HATI YANG SIAP MENERIMA
Jika kau hanya ingin rehat sejenak karena lelah
Singgahlah sebentar hati ini siap menjadi sandaran
bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan pencarian.
Jika kau ingin beristirahat dan berlama-lama silahkan,
hati ini siap menampung dirimu dan kisahmu sampai
kau merasa bosan dan menemukan hati yang baru.
Jika kau ingin tinggal selamanya
Hati ini juga akan menerima dan menyambut dirimu seutuhnya.
Jika kau tak ingin rehat sejenak, beristirahat ataupun tinggal dan menetap
Hati ini pun ikhlas menerimanya.
CINTA SEJATI
Tuhan mungkin mengizinkan kita
Untuk jatuh cinta, saling mencintai
Tetapi tidak untuk hidup bersama.
Mungkin Tuhan sedang mengajarkan kita cinta sejati,
Mencintai tidak harus diikat janji perkawinan,
Mencintai tidak harus saling memiliki satu sama lain,
Mencintai tidak harus melebur menjadi satu,
Mencintai tidak pertimbangkan untung dan rugi.
Mencintai dengan tulus apa adanya
Mencintai yang siap berkorban
Mencintai yang siap menanggung luka
Itulah cinta sejati.
Cinta yang tumbuh dari kedalaman hati.
Dunia Antah-Berantah...,
Komentar
Tulis komentar baru