Skip to Content

Oktober 2014

malam tersapa

Bukankah malam berkata dingin

Memuncakan raga sembari lara

Bukankah ruang tergeletak angin

Mengajak jiwa berburu asa

 

Di sudut kota aku tertawa

PuiSi PuiSi SaNG PeNCiNTa 10

SaHaBaT BaGi HaTi

BeGiTu BaNYaK CeRiTa YaNG TeLaH KiTa ReNDa
LeWaT TaRiaN aKSaRa LuKiSKaN SuaSaNa JiWa
SaaT KiTa TeRJaGa
DaLaM DuNia YaNG TaK NYaTa

Sajak Matahari Turun Ke Kota

Sajak Matahari Turun Ke Kota

 

 

Matahari matanya mendelik

Sumur Buaya

Sumur  Buaya

 

Ada banyak anak-anak masuk ke sumur buaya

Wahai Penguasa!

Jerit tangis menjelma kritik...

Angan kami menjadi nista....

Perjamuan Bulan

Malam ini kembali kau datang

Dengan sekeranjang bintang          

Juga segenggam mimpi

Untuk langit yang katanya tanpa tepi

Jiwa Sesal di Akhir

Diriku terdiam,

Mungkin hanyalah aku

Menantikan dirimu wahai angin bisu

Tidur itu Musuh

Aku ingin tidur

Dan inilah musuh yang aku butuhkan

Tak butuh kau, kawan, atau kopi lagi

 

Pagi

Bagi kebanyakan orang menyongsong hidup

Relaksasi

dalam diam

ku lepas cemas

telanjang dan terbang

mencari mentari

biar terbakar

hangus pupus

hilang tak pulang

 

dalam diam

untuk apa

Ada apa hidup...
Apa telah bosan pada nafas yang kental kesedihan
Apa kau terlalu berharap pada harapan angin 
Yang kau kira membawamu pada bebintang



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler