Skip to Content

KAYA MISKIN PERBENDAHARAAN KATA UNTUK KETAJAMAN RASA

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

KAYA MISKIN PERBENDAHARAAN KATA UNTUK KETAJAMAN RASA

 

Menjadi penulis itu perlu kaya. Kaya perbendaraan kata. Dengan kekayaan perbendaharaan kata dia akan bebas leluasa memilih kata-kata dalam gudang perbendaharaannya untuk dirajutnya menjadi baris dan bait-bait puisinya.

 

Dengan kekayaannya ia bisa menajamkan dan menanamkan rasanya pada gubahannya meski tidak sepenuhnya ketajaman itu bisa menyatu dengan rasa pembacanya.

 

Kekayaan perbendaharaan kata bisa diperoleh dengan banyak membaca. Dan tentu saja ia harus paham makna kata yang dibacanya.

 

Banyak, sangat banyak karya pujangga tanah air, bahkan pujangga dunia yang bisa kita temui. Dunia internet sangat terbuka untuk mendapatkan bacaan-bacaan.

 

Jangan harap karya kita menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh para pembaca jika kita tidak mau membaca.

 

Kontemplasi atas sesuatu yang ditunjang dengan kemampuan memilih kata akan menghasilkan kehalusan rasa.

 

Demikian yang saya lihat pada puisi-puiai Ifa Arifin Faqih. Jika dibandingkan dengan puisi-puisinya yang terdahulu, 4 puisi yang saya baca dan saya sertakan berikut ini menampakkan usahanya untuk lebih dalam merenungi sesuatu yang bisa menjadi inspirasinya.

 

Silakan simak puisi-puisinya.

 

 

KIDUNG RINDU

BIAS-BIAS CAHAYA

KUTITIPKAN RINDU  

BUKU USANG

 

4 di atas adalah judul puisi gubahan Ifa Arifin Faqih. Ke 4 puisi itu disalin dari Jendela Sastra Media Sastra Indonesia. Ke 4 puisi gubahannya disertakan mengikuti telaah atas puisi-puisi tersebut.

 

 

 

 

 

 

KIDUNG RINDU Ifa Arifin Faqih  

 

sambut tanganku

terlalu lemah untuk menggapaimu

jalan yang kutempuh makin tak terarah

jiwaku melangkah pada titian goyah

 

senandungku ingin didengar

walau nadanya semakin sumbang

lirih, ingin merayu syahdunya syair kerinduan

 

kidung rindu terasa hambar

membelai jiwa yang meradang

mengusung hati pada sebuah harapan

 

duhai puja, penguasa jiwa yang kembara

dengarlah kidung rindu yang bergelora

rengkuh segalaku dengan kebaikan

agar rindu kembali dalam dekapan

 

Probolinggo, 21102020

 

 

BIAS-BIAS CAHAYA  Ifa Arifin Faqih

 

Telah kusulut lampu-lampu lampion warna-warni

Untuk menerangi ruang-ruang hati

Di pematang jiwa yang tak terjamah rasa

Berharap pinta menjadi pelita saat gulita

 

Rupanya salah menata letak

Hingga pijak mudah beranjak

Tak pula sampai beranak pinak

 

Satu demi satu penerang padam

Ruang- ruang menjadi kelam

Lorong pun beraral melintang hitam

 

Samar, sebias cahaya ingin kurengkuh

Melupakan sesuatu yang buatku berkeluh

Keyakinan atas segala-Mu yang Maha Besar

Engkau cahaya kasih yang tak pernah pudar

 

Probolinggo, 16122020

 

 

KUTITIPKAN RINDU  Ifa Arifin Faqih  

 

Semalam telah kutitipkan rindu

Pada angin yang sepoi membelaimu

Lirih bisikannya menyentuh kalbu

Yang hadirnya tak pernah kautahu

 

Sejenak hilang luka yang mendera

Kala canda tawa menghibur lara

Berkisah tentang cinta yang ternoda

 

Rindu mulai menelisik, luruhkan nelangsa

Kecewa mulai terganti senyum ceria

Akan kubawa rindumu bertunas dalam jiwa

 

Biarkan bersemi, bernas dalam ranumnya rasa

Hingga membuatmu lupa tentang janji dusta

Merawat rindu kita dalam indahnya bersama

Hingga maut memisahkan kita selamanya

 

Probolinggo, 29122020

 

 

BUKU USANG Ifa Arifin Faqih

 

Kusimpan buku usang

Tentang perjalanan panjang

Untuk di-eja ulang

Cermin menuju terang

 

Masih tertulis rindunya hati

Lewat senandung kalam Ilahi

Dalam sujud lantunan puja-puji

 

Probolinggo, 01012021; 21:00

 

202101040836 Kotabaru Karawang

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler