Skip to Content

Rumah angker di pinggiran kota

Foto Empuss Miaww

Rumah itu dikenal rumah angker dikawasan

 

tepian kota, sebagian orang menganggap wajar kan? Namanya tepi kota, tentu sedikit yang berminat, sebagian lain menganggap itu pasti rumah angker, berbasis urban legend yang berkembang dikawasan sana. 

 

Joya terpaksa tinggal di kontrakan yang dikenal angker itu, bukan apa apa, kehidupan nyata lebih menyeramkan  daripada kehidupan hantu kan? Sidang pembaca pasti paham dong tanpa saya jelaskan. 

 

Jadi begini ceritanya, 

 

Siang itu joya pindah kerumah angker, rumahnya memang membawa aura seram bagi orang yang melihat, sarang laba - laba bertebaran disana sini, debu debu yang menunjukkan rumah itu sudah tidak berpenghuni sejak angka tahunan atau puluhan tahun, tidak ada yang berani tinggal di sana,. 

 

Urban legend bercerita tentang ada dua mata merah sering memandang dari jendela kamar saat malam yang menghadap jalan raya, ada juga orang bercerita suara tangisan ditengah malam saat sedang berjalan kaki di trotoar samping rumah, tetangga kiri kanan pun mengamini dengan mengatakan kadang - kadang ada sosok putih duduk diatap rumah. 

 

Tapi yah, namanya tuntutan ekonomi lebih kuat dari tuntutan metafisika, Joya tetap teguh untuk tinggal dirumah itu, setelah lelah membersihkan rumah seharian dari sarang laba laba dan debu, badannya minta dibersihkan dengan air bersih, 

 

"Krit" Suara engsel kamar mandi rusak memecah keheningan senja menjelang malam saat Joya masuk kamar mandi. 

 

Penerangan redup di kamar mandi membuat suasana tambah merinding, tapi Joya cuek saja mengambil gayung dan mengguyur tubuhnya. 

 

Sekelebat bayangan melintas dari pintu kamar mandi membuat sedikit merinding, suara cicak menambah aura seram. 

 

Ada sepotong tangan berjalan merayap ke arah tubuh Joya dari belakang, sepotong tangan berdarah - darah... 

 

"Blet" Lampu rumah mendadak mati

 

Joya yang kegelapan melangkah mencari penerangan dari luar kamar mandi. 

 

"Aaaa!!!! Aduhhhhh" Sebuah suara terdengar. 

 

"Tangan ku sakit, dasar manusia kurang ajar" Kata mbak kunti yang meringis kesakitan karena tangannya terpijak oleh Joya, diapun menghilang dalam gelap sambil menangis. 

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler