Skip to Content

KEPADA PENGKRITIK PUISI

Foto Agung Gema Nugraha

KEPEDA PENGKRITIK PUISI

 

Nasi sudah menjadi bubur

enak buat sarapan pagi

apalagi kerja lembur

 

Tapi pengkritik puisi

tak perlu bermimpi

menunggu terbit mentari

tunggal atau penghargaan 

berpiagam untuk sebuah pengakuan

Saat melihat karya bisa kita menjiwa

menumpahkan tinta menulis kata

Membahas majas, struktur dan tema

 

Terlihat karya nyata potensi manusia

meski digital maka baik pendekatan akal

Bahas bersama dengan rasa cinta

Karena penyair tetaplah penyair

bukan satu dua tiga karya bersemilir

di media masa

Lalu dianalisis gembira

Itu terlalu picik

 

Pengkritik puisi itu mencari

sebuah naluri dan konsistensi

Bukan numpang tenar

untuk mekar

Justru ia mesti menggarap tanah, bibit

yang gemar terbukti banyak tertanami

dan jadi sebuah daya cipta nurani

 

Semoga kamu mengerti

Mengangkat derajat itu keramat

Menjadikan seseorang berarti

adalah ksatria bumi

 

 

 

Agung Gema Nugraha

13 Maret 2026

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler