Skip to Content

“Merangkai Puing-puing Bersama”

Foto asbak_syarif.
files/user/14316/Screenshot_2026-03-04_115519.png
Screenshot_2026-03-04_115519.png

Di kejauhan, kabar duka mendarat di telingaku,

Seperti gemuruh tanah yang luruh ke palung dada,

Aku berdiri di sini, dipisahkan oleh jarak,

Hanya bisa menatap bayangmu dari balik layar kaca.

 

Tangan ini ingin sekali mengusap air matamu, 

Namun raga terkunci oleh jarak yang membisu,

Maka kurakit jemariku menjadi sepasang tiang, 

Tempat doa-doa menopang atap yang sempat hilang.

 

Setiap kata adalah bata yang ku pulung satu persatu,

Dari sisa reruntuhan dan isak yang menyatu, 

Meski aku tak disana menyentuh puing yang abu,

Doaku mengepak jarak, menyusun kembali harapan,

agar kau kembali bangkit!

 

Bogor,05 Februari 2026


Karya ini saya tulis untuk menyuarakan kondisi sosial di indonesia.

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler