Skip to Content

PENYAIR GERILYA

Foto Agung Gema Nugraha

PENYAIR GERILYA

 

Tengkurap di padang pasir

yang terik tanpa pohonan

dan air kehidupan

 

Penyair dalam era perubahan

bagaikan gerilya berperang 

menghadapi tuntutan kehidupan

 

Fatamorgana

Idealismenya luntur 

karena kebutuhan ekonomi pailit 

mengisi rongga ruh di badan

 

Tak ada angin segar 

bagi gemuruh nafas menderu

pejuang kerasnya rindu

Kepeduliaan akan terbuang

Dramatisasi sosial 

adalah mahkota eksistensi

Konsistensi adalah hoaks

bayang mimesis

sebuah pernyataan sikap

Kreativitas sekedar penguatan 

pemikat palsu bibir bergincu 

pengecap dinding buta

 

Kita akan sengsara terlunta-lunta

tanpa latar belakang 

bawaan lahir kuat menentukan 

kemajuan masa mendatang

Uang banyak tumpuan kesuksesan

Dekat dengan penerbitan 

pengusung piagam penghargaan

 

Orisinalitas tak diperlukan

Meski bangsa siluman mencipta

satu dua buah karya lalu menghilang,

penghormatan bisa mungkin terbilang

Menakjubkan

 

Darah merah tetap perlu berjuang

untuk merekah mengalir 

meski cuma menggenggam kosong

udara hampa dalam ranah sastra

Menanam seribu pohon 

dalam satu malam

akan sia-sia 

di hadapan mata zaman hari ini

Begitu juga puisi

 

 

 

 

Agung Gema Nugraha

30 Januari 2026

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler