Skip to Content

# penyair amatir # penyair Jawa Barat #puisi #kritiksastra #sastra

KRITIKUS MULUNG MUNTAH

KRITIKUS MULUNG MUNTAH

 

Gunung berselimut awan mendung

“Segala sesuatu mesti ambil untung.”

 

Sudah tersebar berdebar tenar 

ANGIN DI SAKU BAJU

ANGIN DI SAKU BAJU

 

Angin menyelinap lewat saku baju

Mata sayu melamun selangkah ragu

Ekonomimu bukan ekonomiku

Jelas, tegas, realitas

KEPADA SANG MAINSTREAM

KEPADA SANG MAINSTREAM

 

Apakah sang mainstream takut

tersaingi malam kelam larut

dari jiwa yang terdiam jekut

di antara kolam kata-kata dramatis

PUISI TETAPLAH PUISI

PUISI TETAPLAH PUISI

 

Kutemukan puisimu

bukan sekedar candaan pemikiran 

tapi asas prinsip hidup

yang perlu dikaji para ahli

PUISI CYBER

PUISI CYBER

 

Kamu bagai puisi

dalam hukum positivisme

Daya-daya yang ditiadakan

adalah kekuatan ajaib insan

menemui jembatan harapan

PUISI BUKAN DAYA RASA BENCI

PUISI BUKAN DAYA RASA BENCI

 

Puisi tidak terbuat dari tanah liat

apalagi asap dengki yang sangat

merusak mata dan jiwa

 

MENGENAL PISCES

MENGENAL PISCES

 

Mengenal pisces adalah menyentuh

kelembutan mata perasaan

Bagai arus tenang lautan 

saat nyala rembulan

IJAZAH BIRU

IJAZAH BIRU

 

Ijazah biru

Ijazah tertutupi langit kelabu

Aku dan kamu tidak tahu

Mata-mata sendu mesti bersatu

Bukan untuk koar-koar melulu

SURAT RINDU DARI CIHANJUANG RAHAYU

SURAT RINDU 

DARI CIHANJUANG RAHAYU

 

Menengok desa Cihanjuang Rahayu

tempatku menyendiri menulis puisi

Aku meniti hal tak pasti

PERHITUNGAN

PERHITUNGAN

 

Perhitungan adalah separuh kehidupan

 

Kebimbangan langkah perjalanan

menjadi keraguan mengukir percintaan

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler