ANGIN DI SAKU BAJU
Angin menyelinap lewat saku baju
Mata sayu melamun selangkah ragu
Ekonomimu bukan ekonomiku
Jelas, tegas, realitas
Kebahagianmu luka hatiku
Bukan karena iri dan dengki
Tapi melihat situasi rumit
nampak berbelit
Di sini ya
di tempat aku mencipta puisi
Pemimpin mesti peduli
dengan mendengar aspirasi rakyatnya
Suara-suara jangan dibuang ke lautan
Akan mengakibatkan tsunami susulan
Para dewan mesti mencari jalan terbaik
agar kesejahteraan rakyat
suatu negeri terjamin
Mengurus melulu diri sendiri
Takkan habis mentari tergelincir
Aku tidak sedang menyindir
Mencoba berpikir
Mengungkapkan gagasan
sederhana lewat bahasa kiasan
Bahwa kemanusiaan mesti dibela
bersama keadilan yang merata
Makan dan kerja tanpa gerakan nyata
untuk suatu pembelaan akan kebenaran
Akan menumbuhkan jamur di kepala
yang membuat pening panas dingin
lambung, diafragma…
Angin berupaya membawa hujan
Aku ingin diam
pensiun dari pengangguran
Coba mencari pekerjaan
Akhirnya tetap ke jalanan
Mengamen bernyanyi recehan
Agung Gema Nugraha
14 Maret 2026
Komentar
Tulis komentar baru