Skip to Content

Desember 2012

Pendosa di Kala Senja

menanti malam di ufuk  senja

begitu mencekam dengan nyayian setan

Diantara debur ombak

diantara debur ombak

deru di hati juga berdebur

memecah kesenyapan, bahwa hening bukan lagi temanku

dalam sayap cinta mengepak membelah langit

Gravitasi dan Cinta

Pada malam malam

ku genggam tanganmu

menatap langit berhias ratusan juta bintang

seperti taburan pasir di laut

kita rebah rasakan

Garis doa..

Ada kegetiran dalam doa....

Ada setumpuk rindu yang membeku...

Rindu pada pencapaian sebagai manusia,,,

 

Mengapa Tidak Engkau Baca Puisiku

ijinkan aku bertanya:

mengapa tidak engkau baca puisiku?

ku tulis puisi ini dengan segenap rasa

yang membuncah di dalam dada

Aku Membaca Puisimu

aku membaca puisimu, kawan

huruf demi huruf demi mendapat serangkai kata

kata demi kata demi mendapat sebaris rupa

baris demi baris demi mendapat seikat makna

Gunung Bingung

Sejajar gunung

dirundung bingung

mata air berkurang

mas intan menghilang

 

Cikuray, Guntur, Papandayan

kan kehilangan

Kun Faya Kun

kun:

telah aku lalui kelok sungaiMu hulu ke hilir

naik ketinting menyeruak pedalaman sejarah

sungguh takjub aku!

betapa agung segala kisah

Kapal Tua

kapal tua

oleng menyeret usianya sendiri

tubuhnya yang ringkih makin merenta

dijamah ribu tangan durjana

yang lupa balas jasa

...

kapal tua,

Dogma Atheis

setiap mula  berawal benih telanjang

 

tak tahu serabut atau tunggang

akar yang menancap di perut bumi

 

nasib usang dari permulaan



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler