menanti malam di ufuk senja
begitu mencekam dengan nyayian setan
diantara debur ombak
deru di hati juga berdebur
memecah kesenyapan, bahwa hening bukan lagi temanku
dalam sayap cinta mengepak membelah langit
Pada malam malam
ku genggam tanganmu
menatap langit berhias ratusan juta bintang
seperti taburan pasir di laut
kita rebah rasakan
Ada kegetiran dalam doa....
Ada setumpuk rindu yang membeku...
Rindu pada pencapaian sebagai manusia,,,
ijinkan aku bertanya:
mengapa tidak engkau baca puisiku?
ku tulis puisi ini dengan segenap rasa
yang membuncah di dalam dada
aku membaca puisimu, kawan
huruf demi huruf demi mendapat serangkai kata
kata demi kata demi mendapat sebaris rupa
baris demi baris demi mendapat seikat makna
Sejajar gunung
dirundung bingung
mata air berkurang
mas intan menghilang
Cikuray, Guntur, Papandayan
kan kehilangan
kun:
telah aku lalui kelok sungaiMu hulu ke hilir
naik ketinting menyeruak pedalaman sejarah
sungguh takjub aku!
betapa agung segala kisah
kapal tua
oleng menyeret usianya sendiri
tubuhnya yang ringkih makin merenta
dijamah ribu tangan durjana
yang lupa balas jasa
...
kapal tua,
setiap mula berawal benih telanjang
tak tahu serabut atau tunggang
akar yang menancap di perut bumi
nasib usang dari permulaan
Komentar Terbaru