Skip to Content

Oktober 2016

CERPEN KOMPAS 2004: “COMO UN SUEÑO” KARYA DINA OKTAVIANI

Aku ingin pulang ke Portugis. Atau ke Manhattan dulu. Kamu di sana, ’kan? Aku ingin pulang ke Portugis. Menggendong Nicole di muka Mom dan Dad. Tetapi Nicole sudah terlalu besar. Badannya mungkin sudah lebih berat dariku. Dan dia di Manhattan dengan kewarganegaraan yang mengancamnya di sana.

Ayolah mengingat- ingat masa lalu sebelum membicarakan apa-apa di masa sekarang.

CERPEN KOMPAS 20014: “COMO UN SUEÑO” KARYA DINA OKTAVIANI

Aku ingin pulang ke Portugis. Atau ke Manhattan dulu. Kamu di sana, ’kan? Aku ingin pulang ke Portugis. Menggendong Nicole di muka Mom dan Dad. Tetapi Nicole sudah terlalu besar. Badannya mungkin sudah lebih berat dariku. Dan dia di Manhattan dengan kewarganegaraan yang mengancamnya di sana.

Ayolah mengingat- ingat masa lalu sebelum membicarakan apa-apa di masa sekarang.

Ketika para Penulis Fiksimini Berkumpul

Setiap September atau Oktober para fikminer yaitu para penulis fiksi mini yang tergabung Komunitas Fiksimini Bahasa Sunda (FBS) punya acara Cuang Lawung. Cuang Lawung, yang artinya bertemu dan berkumpul tahun ini biasanya digilir di kota-kota di Jawa Barat.

Hidupkan Sastra di Temanggung, Guru Harus Paham Sastra

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung, Darmadi mengatakan, ada banyak cara untuk menghidupkan sastra di Temanggung. Salah satunya bisa dimulai dari para guru yang harus paham sastra terlebih dahulu.  Sehingga siswa-siswinya pun akan memiliki ketertarikan.

Setangkai Mawar Liar

 

Bukankah kau tau semua itu hanya nafsu?

Ya.. Kau memang tau itu janji palsu?

Hingga lepas kendali dan tak ingin pergi

 

Bangkitlah pemuda

Bangkitlah wahai pemuda

Sudah, tinggalkan tidur panjangmu

Waktunya telah tiba

Bergeraklah ......

Jangan biarkan para penguasa

04:47 WIB

 

Jangan kau tusuk!

Jangan menghampiri!

Dingin..

 

Dimana matahari?

Mencari sumber api?

Gelap..

 



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler