Hidup Kembali
Di pelabuhan waktu, pernah aku singgah,
membawa dian yang tersimpan rapat pada relung kalbu.
Bagai kitab tua berselimut debu,
entah kapan kubuka kembali kisah itu.
Ku tapaki jejak rantau,
pada jalan panjang penuh tanya.
Mencari arti pada jerat rahasia tak bertepi.
Namun suara iti sayup terdengar memanggil,
Bagai Azdzan mengalun di pagi menggigil.
Teriak Gelatik, yang mengetuk sunyi hati.
"Bangun, Bangunlah Guru!"
Bangsa ini menantikanmu.
Pada suaramu, imanmu dan pada torehan pengetahuanmu"
Seketika kuangkat kembali penaku,
laksana pedang yang berkilau,
Kuarahkan pada amanah abadi, yang tak lekang tergerus Zaman.
Kini, aku berdiri
dihadapan wajah negri ini.
Menatap mata dengan hati,
Terlihat senyum tulus Kartini-Kartini muda,
dengan kicau penanya bertutur sejarah negeri,
pada doa panjang dan makna diri.
Madiun, 03 September 2025
Komentar
Tulis komentar baru