PUISI
JADILAH DIRI SENDIRI ?
Berulang kali kamu bilang
“Jadilah diri sendiri!”
Tapi ketika kamu menemukan puisi
yang berbeda tak kau hormati
Sebagai pribadinya
Apakah deru ambigu multitafsir?
Atau angin sejuk berdesir mengalir
tanpa kesadaran berpikir?
Aneh dan unik
Jiwa kita diombang-ambing paradoks
yang buram seolah propaganda
fatamorgana rembulan
Ironi
Kamu bagai oksimoron
yang perang saudara
Sungguh antitesis
Lidah berdesis dramatis
“Benar salah” aku mengalah.
Agung Gema N
2 Maret 2026
Komentar
Tulis komentar baru