Kau tenggelamkan aku di dasar lembah paling sunyi
Seketika aku hilang dan lenyap menepi
Akankah kau biarkan aku beranjak pergi?
Atau kau tinggalkan aku berdiam dan terkunci
lalu mati
Pada angin, kemana suaraku kini?
Puisimu kali ini adalah makamku yang paling abadi
yang kau taburi dengan bait-bait syairmu yang sepi
Medan, 27 Desember 2015
*Ketika kebebasan bersuara seperti mati suri atau karena indera pendengar yang mulai tuli?
Mungkinkah karena cara pendang dikaburkan oleh berbagai doktrinasi yang sesungguhnya tak berarti bahkan menyesatkan diri?
Komentar
keren puisinya .. like it..
keren puisinya .. like it..
:)
@Figo Kurniawan:
Terimakasih.
Tulis komentar baru