I. Sorot menatap langit dengan raga hampa seakan tanpa jiwa namun masih hidup
Celaka
Pura-pura aku dipuja
Layaknya benda berharga tak bernyawa
Karena mata-mata itu melihatku berbeda
Hmmmmmm
Ya, aku lahir dari putrakrama yadnya
TAHUKAH KAU, WAHAI YANG ‘BISU’
Avira
Pontianak, 7 Maret 2015
Meskipun secarik larik bisu akan dunia;
Kau takkan goyah dari pendirianmu, bukan ?
kaca jendela semakin buram, setitik cahaya pun tak aku lihat.
Legamnya menghipnotisku, memakuku dalam kebekuan.
Terpaksa ku harus patut
Menekuk lutut lemah bersimpuh
Lemah imanku
Keropos jiwaku
Komentar Terbaru