Skip to Content

Agustus 2012

Perjalanan

Aku ikuti langkah

Sebuah kemauan yang tak tertunda

Menuju matahari terbit

 

Bersama fajar subuh

Di hening kecau burung menyambut pagi

Doa Burung Pipit Buat Anak Petani

serpihan puisi perempuan
Sahabat kemana kau pergi

Sepasang Pipit dan Anak Petani

Oh....

Nyanyian pipit pecahkan sunyi

Dihamparan padiku keemasan

Berdendanglah pipit dengan nyanyan

Makanlah butiran-butiaran padi

Sepuasmu

Mencari Tanah Impian

Hanya aku dapat merelakan 

Kau

Pergi tinggalkan rumah

Tinggalkan halaman

Tepian mandimu itu

Pergi dan pergi kesana

Adikku

 

MALAMKU

 

 

Tulang-tulang Tua

Tinggallah
tulang-tulang tua diujung senja
yang bernafas dengan terengah-engah
yang menatap dengan rabun mata
yang berjalan dengan rentah langkah

ANTOLOGI RASA

telah banyak kutulis lika-liku pencarian dalam rupa huruf

dari kata seujar tersesap makna bersayap belati melukai

rasa yang tak sampai pada ingin yang dalam

Entah Apalah Judulnya

Ku sematkan segala penat
kedalam logika kepada cermat
bahwa setiap pahit itu keramat
getirnya pun adalah obat

kedalam diri berwasiat

BerDarah Dan BerDuri ( II )

Setegar mendung
menahan laju gerimis menderai
memburaikan lara
membiarkan debu-debu riang berjingkrakan
sebelum datang sayup dipelupuk mata

Menangis . . Lalu menghilang ( II )

menangis lalu menghilang,semalam kau
terbayang
terhenyak aku dalam nyenyak,apakah gerangan
tersibak?
lingkar bibirmu tak lagi sempurna
menyenandung lirih,



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler