Aku ikuti langkah
Sebuah kemauan yang tak tertunda
Menuju matahari terbit
Bersama fajar subuh
Di hening kecau burung menyambut pagi
Oh....
Nyanyian pipit pecahkan sunyi
Dihamparan padiku keemasan
Berdendanglah pipit dengan nyanyan
Makanlah butiran-butiaran padi
Sepuasmu
Hanya aku dapat merelakan
Kau
Pergi tinggalkan rumah
Tinggalkan halaman
Tepian mandimu itu
Pergi dan pergi kesana
Adikku
Tinggallah tulang-tulang tua diujung senja yang bernafas dengan terengah-engah yang menatap dengan rabun mata yang berjalan dengan rentah langkah
telah banyak kutulis lika-liku pencarian dalam rupa huruf
dari kata seujar tersesap makna bersayap belati melukai
rasa yang tak sampai pada ingin yang dalam
Ku sematkan segala penat kedalam logika kepada cermat bahwa setiap pahit itu keramat getirnya pun adalah obat kedalam diri berwasiat
Setegar mendung menahan laju gerimis menderai memburaikan lara membiarkan debu-debu riang berjingkrakan sebelum datang sayup dipelupuk mata
menangis lalu menghilang,semalam kau terbayang terhenyak aku dalam nyenyak,apakah gerangan tersibak? lingkar bibirmu tak lagi sempurna menyenandung lirih,
Komentar Terbaru