Skip to Content

Maret 2016

Melupa Usia

Kita lalu melupa merajut masa depan

Seringnya melukis kehidupan dengan warna warni kesalahan

yang acap kali kita banggakan

 

Tentang Waktu (Rindu)

Entah berapa musim hujan terlewati

Detik demi detik terus berganti

Hari, bulan dan tahun melaju tak berhenti

 

Berlembar-lembar halaman

Seringkali

Seringkali kita memaksa waktu mengejar asa

Adanya kita yang tertangkap waktu

yang semakin melaju meninggalkan kita

dengan asa yang entah berujung apa

Akhir

Pinjami aku waktu

: Pelasku pada langit

Lalu aku membisu dan membatu

Ia-nya: waktu

tak lagi mau bersekutu

 

 

PadaMu Aku Kembali

Aku ada karena Kau ada

Di bumi dan di bawah langit yang Kau cipta

Merasakan malam dan siang yang juga Kau cipta

Menikmati matahari, bulan, bintang dan alam semesta

Aku Hanya Punya Rindu

Ah, senja telah berlalu

Padahal aku sudah bergegas mendatangimu

Sejenak aku ingin memandangmu

Ada yang ingin kutitip di jinggamu

 

Satu Hari Saja

Bu,

pinjamkan aku sabarmu satu hari saja

Aku ingin melihat dunia dengan lapang dada

 

Bu,

pinjamkan aku tabahmu satu hari saja

Kemanakah Cinta?

Kemanakah angin kan luruh?

Takkah pernah ia merasa jenuh

Menyapa lalu dedaunan riuh

dan membuatnya terjatuh

 

Kemanakah perahu kan dikayuh?

Elegi Pagi

Pagi beku

Dingin menggigit kulit

Matahari sembunyi

Angin berlari

Bayang mematung;

berdiri memandang hari

Sendiri;

menepi

dan sepi

Padamu yang Kemudian Berlalu

Ini tentang sepenggal perjalananku

Tentang sekeping rasa dan asaku

yang pernah kutitip padamu

 

Lalu,



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler