: pada si calon kekasih
di lehermu seribu sajak akan jadi manik, sayang dan di dadamu akan kualirkan sebuah degub tentang berita bahagia bahwa cinta telah mekar dan akan beradu tatap dengan pandang hingga akan kucatet semuanya tentang kedatanganku ke kotamu
di jawabmu aku menanti kegelisahan yang akan kau selesaikan dengan rumus sederhana sesederhana kefahamanmu akan aku yang tak sabar menatapi deret angka di almanak menghitung hari tanpa rumus menghitung seribu kemungkinan ya atau tidakmu berulang kali hanya saja aku masih punya secarik optimis yang pada sajakku selalu kuberitakan meski samar tapi itu benar ada
di ragu yang kau susun berderet-deret pada dinding kamarmu atau pada rekening nasabah sebuah bank di kotamu aku menghitungnya secara sederhana bahwa itu wajar tapi kelak ada jua waktu kita menyiapkan sebuah note dan sebatang pulpen untuk mencatet seberapa beranikah kita yang kenal tanpa sengaja lalu memberanikan kesederhanaan kita bahwa aku si penulis sajak dan kamu si penulis rekening memulai hal besar dengan sesederhana mungkin
di kedatanganku menunai makna pada kata tercatet sebuah berita bahwa ada degub yang dengan tidak biasanya menghentak ada kebersamaan yang dengan tidak biasanya dilalui ada cerita yang dengan tidak biasanya mengalir ada jamuan makan malam spesial pada sebuah cafe yang dengan tidak biasanya meromantis
di kotamu ada aku yang dari entah yang mana datang bertamu ke serambi hatimu 'markusip'*) berbagi rasa hingga di halaman depan sebuah media nasional kedatanganku dengan do'a ibu tercatet
Andam Dewi
Kamis, 23 April 2015
Pukul 01.40 WIB
*) markusip: tradisi pacaran orang mandailing masa lampau (si gadis dalam rumah dan si pemuda di luar) bercakap dengan berbalas pantun
AKAN KUCATET SEBUAH BERITA TENTANG KEDATANGANKU DI KOTAMU PADA HALAMAN DEPAN SEBUAH MEDIA NASIONAL
- 1918 dibaca
Komentar
Tulis komentar baru