Skip to Content

Merindumu dalam Kenang

Foto Mega Dini Sari

5 tahun setelah kau pergi, Adik

Abangmu ini begitu merindumu

 

Lihatlah pohon akasia yang tumbuh di halaman rumah kita

Sudah begitu tinggi melebihi bubungan atap rumah tempat pertama kita membuka mata 

Pucuknya berayun diterpa angin meliukkan kuncup-kuncup yang rimbun menguning

Di bawah rimbun daunnya yang semakin jauh dari jangkauan tangan; sering kita duduk berbincang


Sejenak kenangku berebut tempat dalam samar ingatan

Saat kita memperebutkan mainan yang dibelikan ayah 

Saat kita berbagi penganan yang dibuatkan ibu

Saat kau menangis mengadu tersebab gaduh dengan temanmu


Lalu kita tumbuh dewasa bersama dengan ayah dan ibu yang semakin menua

Tak jarang kita bersiteru dan beradu debat meski setelahnya kita kembali dekat

Tak jarang juga kita bercanda mesra sambil berbagi cerita dengan tawa dan senyum merona

Atau bicara serius memilah ide dan gagasan untuk dikerjakan dengan kening sedikit berkerut tergurat


Semua bagai potret yang silih berganti melintasi memori

Kupandangi meski sekejap ia hilang lalu kembali lagi

Meniti hari demi hari sejak kau pergi meninggalkan kami

Menyisakan segenap kenangan yang takkan pernah terganti

 


Medan, 25 Oktober 2018


Untuk seorang sahabat yang merindu adiknya.

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler