aku mencintaimu, kekasihku!
sebanyak retakan pucat di bibir reotku pada bentang alam kedinginan.
dimanakah kau, kekasihku?
kau menghilang dalam kelopak2 mawar yang kau sebar di halaman rumahku.
menghilang saat badai meringkus jasad dalam perahu yang diombang ambingkan gelombang.
aku berteriak teriak kupanggil panggil namamu
di buku2 tebal
di sajak2 purba
di novel2 kuno
di garis2 pantai
di pucuk2 gunung
di kelam lembah2
di gersang bukit2
terus menerus aku berteriak menggapai - gapai udara.
kekasihku,
rasa sesal menampar sukmaku yang kesal.
aku tulis sajak ini kujadikan saksi atas pertautan jiwa meski kita hanya menderu di kait sulamnya.
sajak ini telah rampung, kekasihku.
kau tahu, aku telah menua ringkih renta dan pikun. tetapi rasa hilangku begitu kokoh tak seorang pun mampu merobohkan. juga usia tak kuasa membinasakan.
kekasihku,
nafasku adalah angin yang rindu mengkibas - kibaskan ujung kerudung yang tergerai di bahumu.
rembulan yang sigap mendedah surammu
fajar yang memotong malam dengan pendaran cahyanya.
kekasihku,
aku rindu,
sangat sangat rindu.
tulang2ku gemetar merah padam menahan ngilu rindu.
aku tersandar di sudut kamar
kututup wajah lalu kupukul pukul dengan tanganku
"apa kau tak mau mengartikan tiap tetes rinduku?"
betapa memelihara kedunguan adalah kejam!
aku terluka, bukan karena kepergianmu tapi oleh ketololanku.
kekasihku, lihatlah
lihatlah aku telah meremas remas jiwa tololku kupotong kubanting kubenamkan ke tong sampah! aku bakar sambil kugenggam gambarmu.
dimanakah kau, kekasihku?
beribu ribu tahun aku dikepung sepi
terkubur dalam gundukan dusta
aku bersajak di dasar samudera
dan wajahmu yang sejuk kembali terpampang di cakrawala.
aku rindu ceritamu hikayat2 yang penuh keteladanan, tentang peradaban yang kuat dan yang runtuh juga yang putus asa.
sebab, kau lebih faham hidup dan apa yang apa yang sembunyi dalam kehidupan.
aku hanya mengerti bahwa hidup selalu bersimbah dengan cinta dan pengkhianatan, haru dan kepalsuan, indah dan keterasingan.
dan cinta, hanya membuih di titik didih !
kekasihku, dengarlah
aku takut dengan bayanganku sendiri.
aku hilang ditelan bayanganmu!
perempuanku kekasihku
- 3027 dibaca
Komentar
keren!
keren!
keren!
keren!
terima kasih sekali !
terima kasih sekali !
Tulis komentar baru