bagimu yang tengah lelap tertidur di ruang sidang
bagimu yang sehari-hari bersembunyi di gedung parlemen yang megah
bagimu yang berkata dengan akal dan menyimpan hatimu erat-erat
untukmu aku datang, tanpa senjata, hanya membawa serangkaian kata-kata
kata-kata itu kuberi nama "puisi"
puisi ini punya mata, maka dari penglihatan munculnya kata-kata
puisi ini punya telinga, maka dari pendengaran munculnya kata-kata
puisi ini punya hidung, maka dari penciuman munculnya kata-kata
puisi ini punya lidah, maka ia tak pernah berhenti berbicara
puisi ini punya rasa dan hati, maka ia berbicara dari kedalaman jiwa
puisi ini adalah sekumpulan lebah yang terusik karena ketidak-pedulianmu
kalau ia sudah amat marah, maka ia akan datang mengejarmu dengan sengatnya!

Komentar
Tulis komentar baru