Skip to Content

#puisi

Dua Ikat Setapak Kaki

Dua Ikat Setapak Kaki

oleh: Riza Fitroh Kurniasih *)

 

Dikening itu terlihat harapan

Nyata terhalang awan kegelisahan

Lahirlah

Kelak, aku ingin punya anak; yang lahir dari mesin ketik dan bolpen standar.

Dan  akan kukawinkan dari buku tulis atau microsoft word

Sebelum Malam

Selalu ada yang ingin tulis gerimis,

Kala seja hamper kelam,

Bersama riuh rendah nyanyian gentilang.

 

Untukmu, para pahlawanku… Ku kirimkan sebait harap dan do’a….

Untukmu, para pahlawanku…

Ku kirimkan sebait harap dan do’a….

Oleh: Nay Nazahah

Beginilah liku-liku berjuang

Surat Dari Langit

Kepada Yang Terkasih

Di

Rumah Kontrakan

 

Aku didatangi tamu.

Setan dan Aliansi Iblis Bumi (AIB)

Bergerumul, berkonvoi ke hadapanku

Memperkosa Malam

Memperkosa Malam

Malam datang dengan tiba-tiba
Berjalan bersama hembusan angin yang terluka
Mengetuk pintu kamarku kala waktu kesunyian

Jeram pertamaku

Deras air yang kulihat dari perumahan penduduk

bergidik berimajinasi

keraguan menyeruak seakan mengatakan tidak

arusnya membuat nyali sebesar biji jagung

Untaian Cinta di atas sajadah

Tetiba aku duduk 

Terjaga dari lelap mataku

Resah hati ini, ketika setiap malam yang membangunkan 

Adalah hembusan angin yang membuat pori-pori membeku

Ruhul Jadid

Bismillahirahmanirahim

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler