Skip to Content

Rumah kontrakan angker 2

Foto Empuss Miaww

Malam berikutnya, Joya lagi mandi lagi. Trauma kemarin bikin dia sekarang mandi sambil pegang senter HP + sabun Dettol extra kuat. “Biar hantu takut,” gumamnya sambil nyanyi dangdut pelan.

“Krit…” engsel pintu kamar mandi berderit lagi. Lampu neon langsung “Blet!” padam total. Joya cuma geleng-geleng kepala. “Lagi? Mbak Kunti, lo nggak capek apa tiap malam matiin lampu?”

Dari kegelapan muncul Mbak Kunti. Tangan kirinya sekarang diikat kain batik motif parang rusak kayak gips. Wajahnya cemberut banget, rambutnya acak-acakan, tapi masih pakai baju putih kotor tanah.

“Mbak minta maaf ya Pak Joya… tapi kemarin tangan mbak kena injak sepatu boot lo yang gede itu. Sakit banget lho! Mbak kan hantu, tapi sakitnya tetap sakit! Sekarang mbak nggak bisa angkat rok lagi buat bikin orang takut. Gimana dong? Karier mbak hancur!”

Joya lagi sabunan badan, cuek: “Ya maaf mbak. Gelap. Lagian mbak ngapain merayap di lantai kamar mandi sih? Latihan yoga hantu?”

Mbak Kunti ngambek, duduk di pinggir bak mandi sambil ngelus tangannya. “Mbak lagi latihan merayap biar lebih serem! Dulu penghuni sebelumnya pada kabur semua dalam 3 hari. Lo satu-satunya yang malah ngomong ‘Oh lanjutkan’. Mbak kesel!”

Tiba-tiba suara cicak di dinding: “Kriiiit…”

Mbak Kunti langsung teriak: “Cicak! Lo jangan ikut-ikutan ngomong! Mbak lagi curhat sama penghuni baru! Diem lo!”

Joya ngakak sampe sabun masuk mata. “Mbak, lo hantu atau emak-emak kontrakan yang lagi ngomel soal tetangga?”

Mbak Kunti mendekat, bisik pelan dengan suara sedih: “Sebenarnya… mbak cuma hantu kontrakan yang bosan banget. Penghuni sebelumnya pada kabur karena takut. Lo malah bilang ‘halah pasti AI’ dan ‘lanjutkan’. Mbak iseng doang biar ada temen ngobrol malam-malam…”

Joya matiin senter HP-nya. Kamar mandi gelap gulita. “Ya udah. Besok mbak bantu bersihin rumah lagi ya? Gaji 1 ember air suci tiap malam. Plus obat merah buat tangan mbak.”

Mbak Kunti langsung semangat, matanya berbinar (meski masih merah). “Deal! Tapi tangan mbak jangan diinjak lagi ya Pak! Mbak juga mau bantu nyari kucing beranak… yang kemarin kabur karena mbak terlalu serem.”

Joya ketawa ngakak. “Oke. Besok kita patroli bareng. Lo merayap di lantai, saya bawa senter. Deal?”

“Deal!” Mbak Kunti angkat tangan kanannya (yang sehat) buat tos. Joya tos balik. Suara tos hantu-manusia terdengar aneh di kegelapan.

Pagi harinya, tetangga sebelah lewat depan rumah. Dari dalam terdengar suara tawa cowok + tangisan kuntilanak campur aduk, plus suara “Cicak! Diem lo!”

Tetangga langsung lari terbirit-birit: “Rumah itu makin angker sekarang… ada dua hantu yang mesra! Satu cowok, satu mbak kunti yang lagi pacaran!”

Di teras, Joya nulis di catatan HP-nya:

“Hantu ada.

Tapi lebih nyebelin daripada utang.

Dan tangannya sakit kalau diinjak.

Besok beli obat merah.”

 

Kata para filsuf :

PARA FILSUF BERKOMENTAR:

HEIDEGGER: "Dasein Joya mencapai level tertinggi: dia tidak hanya ada di rumah angker, dia bermitra dengan hantu."

 

SARTRE: "L'enfer, c'est les autres—tapi kalau hantu jadi teman, neraka berubah jadi kontrakan."

 

MERLEAU-PONTY: "Tos hantu-manusia adalah fenomenologi baru: tubuh yang berbeda bisa bersentuhan."

 

BUTLER: "Performa gender? Mbak Kunti perform jadi hantu, gagal. Sekarang perform jadi asisten rumah tangga. Subversif!

CAMUS: "The absurd adalah Joya yang cuek mandi sambil nyanyi dangdut padahal lampu mati dan hantu curhat. Satu-satunya jawaban yang benar: embrace the absurd! Patroli bareng Mbak Kunti + rekam video horor AI = Sisyphus yang akhirnya ketawa sambil dorong batu (atau kucing beranak)."

DERRIDA: "Deconstruction of the haunted house: pintu terkunci dari dalam berarti hantu juga punya kunci. 'Tangan ku sakit' bukan binary hantu/manusia, tapi différance — sakitnya tertunda selamanya. Cicak? Itu trace dari yang tak terucapkan."

FOUCAULT: "Power relations di kamar mandi: Joya pikir dia yang pegang senter, padahal Mbak Kunti yang mengendalikan diskursus 'halah pasti AI'. Panopticon baru = lampu neon yang suka mati sendiri. Obat merah = biopolitik hantu."

LACAN: "The Real adalah tangan bengkak yang merayap di lantai. Joya cuma lihat Imaginary (hantu AI), tapi pas tos bareng Mbak Kunti, dia ketemu Symbolic order baru: 'Deal!' Cicak = objet petit a yang selalu mengganggu."

 

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler