Skip to Content

Saya tidak percaya hantu, titik

Foto Empuss Miaww

Saya tidak percaya hantu. Titik. Apalagi di tahun 2026 ini, semua video horor di internet pasti buatan AI. Jadi pas teman saya hobi banget kirim video “hantu kuntilanak live”, saya langsung bales santai: “Halah pasti AI. Beneran, ini video live lho!” katanya. Saya ketawa, “Video live nampak kuntilanak sambil angkat roknya? Mulus banget tu kaki, kirain banyak belatung.” Teman saya langsung ragu, “Iya juga ya?”

Malamnya saya duduk di belakang rumah kontrakan di pinggir Pekanbaru, gelap gulita, persis menghadap kuburan umum. Angin malam bawa bau tanah basah dan daun busuk. Saya nggak takut sama sekali. Wong semua video hantu itu cuma AI, kata saya dalam hati. Mendadak ada suara gemerisik daun kering disertai sinar senter kecil di depan saya. Saya biarkan saja—mungkin kolor tetangga ketinggalan di jemuran. Lampu senter tiba-tiba nyala ke muka saya. “Astaghfirullah! Astaghfirullah!” jerit cewek itu. Saya cuma ketawa dalam hati: Asem, emang saya hantu? “Maaf Pak, nggak sengaja, kami nyari kucing beranak,” katanya buru-buru. “Oh, lanjutkan,” jawab saya santai. Heleh, penakut.

Malam berikutnya, saya lagi jerang air di kompor dapur sebagai suami baik. Rasa-rasanya sudah mau mendidih. Saya dorong pintu dapur… terkunci dari dalam. “Yu… Yu…” panggil saya. Mungkin istri lagi ke kamar mandi dan iseng kunci pintu. Saya dorong-dorong, emosi naik, lari ke jendela kamar, gedor-gedor. “Yu, buka pintu! Aku terkunci di luar!” Tak lama, kunci berputar. Pintu terbuka. Saya langsung ngomel-ngomel ke sosok istri yang ikut ke kamar. “Kamu pikir kunci pintu bikin aku takut? Saya itu nggak percaya hantu, sekarang zaman AI, apapun bisa dibuat!” Tapi tiba-tiba otak saya berhenti. Bukannya Ayu minta izin pulang kampung tadi sore ya? ????????

 

 

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler