Di kaki lima
aku menyuapi beberapa sendok nasi.
Tak duga-duga ia datang begitu saja.
Wanita mengenakan T-shirt biru panjang
sekilas menatapku.
Tak basa-basi ia mengambil nasi lantas gerangan apa ia duduk di samping kananku.
"Minum apa, Jeng?" tanya kaki lima.
"Nutrisari dingin," jawabnya.
Wajah itu begitu mempesona.
Entah mengapa aku ingin menyapanya, berbagi tawa dan membuatnya sumringah.
Nasiku sudah habis, namun aku masih duduk disampingnya.
Ya-ya, aku menunggu habis nasinya.
Tak habis-habis aku tetap menunggu.
Ketika ia telah menghabiskan nasi, aku ingin membuka pembicaraan.
Tak kunjung ada pembicaraan. Nihil.
Akh... aku tak ingin mengenalnya
karena aku tak ingin seorang wanita.
Aku mengabaikannya setelah aku membayar di kaki lima.
Komentar
Tulis komentar baru