-
SEBELUM AKU HIDUP, AKU TELAH MENCINTAIMU
Sebelum aku hidup, aku telah mencintaimu,
cahaya di udara, laut di matamu.
Lalu rindu tumbuh, daun-daunnya
menggapai-gapai langit di sana,
lebih terang dari rembulan,
lebih dalam dari kegelapan.
Setelah aku mati, kau telah mencintaiku,
tanah kuburku menyala bagai kenangan,
burung pipit terbang sekilas pandang
menuju yang tak ada seperti aku.
“Lihatlah, sungguh indah bunga kemboja itu,
gemetar ditiup angin yang
turun pelan-pelan bersama awan.”
Sebelum aku hidup, aku telah mencintaimu.
Dawpilar, 3 Juli 2019
(Dimuat di buku antologi puisi ASEAN dua bahasa terjemahan Inggris Narudin, When the Days Were Raining, 2019)
Puisi-puisi Narudin
- 3467 dibaca
Komentar
Mantaap....
Mantaap Bung Narudin....puisi-puisinya bernas. Mudah-mudahan bisa memicu semangat para anggota Jendela Sastra untuk meningkatkan lagi karya-karyanya. Salam Hangat.
Beni Guntarman
Kepada Bang Beni
Bang, terima kasih, tapi tolong, nama saya "Narudin", bukan "Nuruddin", ya. Mudah-mudahan, Bang.
Oh...maaf...
Oh ..maaf terjadi salah ketik namanya....sudah diperbaiki. Salam.
Beni Guntarman
Tulis komentar baru