Dari ketinggian ku menatap
Pada cahaya temaram yang isyaratkan gelisah
Tentang semburat wajah dalam telaga
Yang sayup- sayup tersenyum manja
Ingin ku menyongsongnya mesra
Dan lepaskan segala topeng yang menyesakkan jiwa
Namun arakan awan menghadangku
Melepaskan panah beracun rindu
Lalu remang ku tatap mega
Coba berdiri tuk raih dia
Tanpa ku tanya ia tertawa
Seolah tahu betapa ku tak kuasa
Menunduk ku terpuruk
Dalam rapuh ku rengkuh sauh
Berlayar ku tinggalkan malam
Menghapus jejak agar tak tampak
Telaga itu masih terbaring
Dan wajah itu masih disana
Menanti, entah untuk apa
Berharap, entah pada siapa
Komentar
Tulis komentar baru