Skip to Content

Juni 2014

Nana Riskhi Pembaca Puisi Terbaik Asia Tenggara

Tampil dengan sajak “Pelajaran dari Guru yang Buta dan Murid yang Tuli” untuk melawan para penyair dari berbagai negara, akhirnya 

SEBUTIR PADI

 

Beli rasa takut
Aku jual malu rupiah
Kepingan emas dan ringit

separuh alif

pada separuh alif,

aku mengeja..

bahasa dalam ayat yang bercecer,

di tiup angin

dari bukit sinai kalam bercucuran,

pada lidah musa

hingga gemeretap kaki dan logam berkelontang,

di kaki bukit uhud

air mata bergerak menyusuri firman-Mu

pada ibrahim yag utuh di lumat api

pada isa yang KAU angkat dari paku-paku pnyaliban

tentang air mata yang mengelana dimata yusuf,

di balik bengisnya jeruji

juga darah suci yang memercik dari leher yahya

demi rahasia langit dan bumi

demi Maha Raja yang abadi bertahta

isak para hamba,pengakuan dosa

terulur mencari Tangan-MU

di kegelapan dunia,di keheningan semesta

wahai yang ribuan ruh berada dalam jemari-NYA

izinkan aku mengeja sebaris firman dalam mushaf-Mu

hingga dosaku berguguran bagai air mata

dan nafasku perlahan menuntaskan usia,

tentang sebuah kesaksian,

bahwa tiada Tuhan selain Engkau dan nabi Muhammad adalah utusan-Mu

 

                                                                                                  dalam naungan kubah mesjid al munawwir,krapyak

                                                                               

Kontra-Judge

Salahnya, bukan karena aku tidak tahu mana yang benar.

salahnya, bukan karena sudah jelas batasan kebenaran kesalahan.

Kopi Hitam

Kopi Hitam

sendal jepit

Sendal Jepit

UNTUK CINTA

kasih

kasih...

terlalu pagikah jika kumenyapamu kasih?

puisi



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler