Skip to Content

Terjebak hujan badai di rumah horor

Foto Empuss Miaww

Hujan deras membasahi bumi, sebuah sepeda motor melaju membelah kegelapan malam dengan penerangan seadanya, kuatnya hujan membatasi pemandangan ke depan memaksa penumpang motor mencari tempat berteduh. 

Mereka singgah di sebuah rumah tua yang bercorak kolonial, hanya penerangan dari motorlah yang menyinari rumah tersebut. 

"Kita harus berhenti sebentar" Teriak rudi berusaha mengalahkan suara petir. 

"Tapi disini kita kehilangan arah, sinyal mendadak hilang, tidak bisakah kita maju lagi mencari perumahan penduduk yang terang? " Kata kayna

"Tidak, pemandangan kedepan tertutup hujan deras, kita harus berhenti jika tidak bisa kecelakaan"

 

Rudi menghidupkan senter pada gadgetnya, melihat rumah peninggalan kolonial tersebut, mereka sudah tersesat dan tidak tahu sudah berapa jauh melenceng dari titik tujuan perjalanan akibat kehilangan sinyal. Derasnya hujan memaksa mereka harus masuk kedalam rumah yang pintunya terbuka. 

 

Mereka melangkah masuk kedalam rumah, berusaha mencari saklar lampu untuk menghidupkan lampu, didinding tangan mereka menyentuh saklar, mencoba menaikkan saklar namun lampu tidak juga hidup, dengan senter mereka beralih ke tengah ruangan mencari saklar lampu lainnya, ada sebuah cermin seukuran tubuh tergeletak di tengah ruangan, sebuah kain putih yang awalnya menutup permukaan cermin tinggal separuhnya. 

 

"Ini saklar" Seru Kayna

Dia mencoba menghidupkan lampu, berulang kali dicobanya, namun tidak juga menyala. 

Suhu udara menjadi dingin, entah karena hujan diluar atau hanya perasaan mereka saja, petir menyambar sedikit membawa cahaya yang dipantulkan ke cermin. 

 

Berulang kali Kayna mencoba menaikkan saklar agar lampu menyala sampai saklarnya menjadi Los. 

 

Tiba tiba.... 

 

Cahaya dari kilauan petir besar memantul dicermin, mata mereka secara tidak sengaja melihat sesosok tinggi besar berwarna hitam dengan mata merah memandang mereka dengan kemarahan dari belakang tubuh. 

 

Darah mereka mendadak terasa lesap, dengan kaki gemetar, mereka memutar tubuh memandang sosok dibelakang, berharap salah lihat, sosok itu tetap berada di sana memandang mereka. 

 

"Gue lagi cuti malam ini setan! Lo kira ini rumah bapak lo, ada yang bayarin tagihan listrik! " Kata mahluk itu

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler