DI BAWAH KUBAH
Merenungi sujud yang tersisa
semakin menggumpal
pekat di dada tanpa memuja asma-Mu
beku. Serpih niat menghamba
tinggal setitik darah ruang bathin
terisi sekelumit pujapuji
setetes
Masih ada kerdip lentera menaungi
menerangi segumpal kenaifan teragungkan
hanya senyap
lalu lenyap mengerjap menguap
kandas segala bakti menghakimi diri
menelan beban perjanjian takdir
atas kelahiran
Diantara tarawih
mengelupas debu bertabur Lumpur
sedikit. Kumandang kalam mencerca
belenggu kedzaliman
sedimen nista meraung membubung
menanggung murung kepasrahan
salah yang menambah gelisah
mengikis pergulatan sanubari
pupuslah kehendak memapar rona gairah fana
terlukis seulas kerendahan
pada rindang kubah-Mu aku mengadu
menuang keikhlasan
bersama suci yang melingkari hati
03 November 2001
DI BAWAH KUBAH
- 2359 dibaca
Komentar
Tulis komentar baru