Rintik hujan bercucuran
Seakan tak mau hilang
Angan hilang tak menentu
Yang kurindukan
untuk Ann
suatu saat nanti, ketika aku telah tiada, aku akan tetap ada
akan kau dapati aku di jalanmu, seakan aku tak pernah mati
takdir basah di bulan Mei, tangisan awan lebam menyapa
mendung tebal di langit, suara petir dan guruh bersahutan
hujan lebat menyiram bumi, memercik kaca jendela kusam
aku menunggumu di sini, di bukit batu, ditemani bintang utara
luka-luka itu membawamu berjalan hingga ke puncak sunyi
siapa sangka, dalam kesunyian itu kau temukan ruangan luas
O Perempuan matang, duku manis menguning, durian yang runtuh
senyummu mengambang di alur sungai yang mengalir berabad waktu
kau akan tahu makna kisah itu, kalau kuceritakan kembali
getar-getar pucuk cemara dipermainkan oleh angin senja kala
Kau terkenang lagi dengan malam yang penuh kepedihan itu
untuk Ann.
Aku dan juga engkau
sama-sama menuliskan puisi
Di kala keheningan mulai menghampiri
Aku teringat akan memori masa silam
Komentar Terbaru